Kenapa Jalan Perlu Drainase? Ini Dampaknya bagi Konstruksi Jalan
Rabu, 13/05/2026 14:12:00 WIB | Berita/Umum | 848
Hujan deras sering kali menjadi penyebab munculnya jalan berlubang, retak, hingga amblas di berbagai daerah. Namun, kerusakan jalan ternyata bukan hanya disebabkan oleh tingginya intensitas kendaraan, melainkan juga karena sistem drainase yang kurang baik.
Drainase jalan memiliki peran penting dalam menjaga kualitas dan umur layanan jalan. Sistem ini berfungsi mengalirkan air hujan menjauh dari permukaan maupun struktur jalan agar tidak terjadi genangan atau rembesan ke lapisan bawah konstruksi jalan.
Ketika air dibiarkan menggenang terlalu lama, tanah dasar jalan dapat menjadi jenuh dan kehilangan daya dukungnya. Kondisi tersebut membuat lapisan aspal lebih mudah mengalami retak, bergelombang, hingga amblas. Kerusakan seperti ini sering ditemukan setelah musim hujan atau cuaca ekstrem.
Karena itu, dalam setiap pembangunan maupun preservasi jalan, keberadaan drainase menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Sistem drainase jalan terdiri dari berbagai komponen, seperti selokan di sisi jalan, saluran pembuangan air, hingga gorong-gorong yang berfungsi mengalirkan air melewati badan jalan.
Selain menjaga struktur jalan tetap kuat dan stabil, drainase juga membantu meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Jalan yang bebas genangan dapat mengurangi risiko kecelakaan akibat permukaan licin maupun aquaplaning saat hujan.
Pentingnya drainase juga menjadi perhatian dalam pembangunan infrastruktur jalan nasional maupun daerah. Perawatan rutin saluran drainase diperlukan agar aliran air tetap lancar dan tidak tersumbat sampah atau sedimentasi.
Dengan sistem drainase yang baik, umur jalan dapat bertahan lebih lama, biaya perbaikan dapat ditekan, dan kenyamanan pengguna jalan pun tetap terjaga. Oleh sebab itu, drainase bukan sekadar parit kecil di tepi jalan, melainkan bagian vital dalam mendukung infrastruktur jalan yang andal dan berkelanjutan.
