BGTS Sigap Pasca Gempa NTT
Gempa yang terjadi di Nusa Tenggara Timur menjadi perhatian bersama dan memerlukan respons penanganan cepat. Tim BGTS yang dipimpin langsung oleh Kepala BGTS, Hendarto, turun ke lapangan untuk melakukan survei infrastruktur. Tinjauan berfokus pada kondisi jembatan dan lereng jalan guna mengidentifikasi dampak gempa serta memastikan kondisi infrastruktur tetap aman dan dapat berfungsi dengan baik. Hasil identifikasi lapangan terdapat 75 titik longsoran dan 3 titik ambles pada beberapa ruas yaitu:
- Ruas Ruteng-Reo-Kendidi(STA 27+560)
- Ruas Ruteng-Reo-Kendidi(STA 29+900)
- Ruas Ruteng-Reo-Kendidi(STA 37+650)
- Ruas Ruteng-KM 210 (STA 24+875)
- Ruas Ruteng-KM 210 (STA 23+925)
- Ruas KM 210-Bts.Kab.Manggarai (STA 3+800)
- Ruas KM 210-Bts.Kab.Manggarai (STA 6+550)
- Ruas Aegela-Bts.Kota Ende (STA 31+350)
- Ruas Aegela-Bts.Kota Ende (STA 30+425)
- Ruas Aegela-Bts.Kota Ende (STA 24+450)
- Ruas Aegela-Bts.Kota Ende (STA 21+725)
- Ruas Junction - Wolowaru (STA 0+800)
- Ruas Wolowaru - Lianunu (STA 3+240)
dengan 8 titik jembatan, yaitu :
- Jembatan Waepesi Baru
- Jembatan Nangaroro
- Jembatan Mokel
- Jembatan Angeta
- Jembatan Nangaba
- Jembatan Tonggo Rambang
- Jembatan Tanah Hamil
- Jembatan Wae Maki / Wae Dampek
Setiap langkah pemeriksaan adalah bentuk kepedulian untuk menjaga infrastruktur tetap aman, andal, dan bermanfaat bagi masyarakat.


