Aplikasi Struktur Baja bergelombang
Di Indonesia, penggunaan tipe struktur baja bergelombang sebagai alternatif desain jembatan menjadi semakin meningkat. Struktur ini memiliki keunggulan signifikan karena dapat menghilangkan kebutuhan akan pilar atau abutmen pada jembatan, yang mengurangi berat sendiri jembatan dan dapat mengurangi jumlah titik fondasi yang dibutuhkan. Meskipun demikian, ada keterbatasan dalam produksi tipe struktur baja bergelombang di dalam negeri, terutama yang berkaitan dengan batasan bentang maksimum yang hanya mencapai 27 meter.
Berdasarkan pengalaman sejumlah proyek konstruksi di Korea Selatan (yang mencapai lebih dari 1000 proyek) aplikasi struktur baja bergelombang ini dapat menghemat biaya konstruksi sebesar 20-40% dan waktu konstruksi hingga 40-60% jika dibandingkan dengan penggunaan struktur beton.
Metode Pemasangan
Metode pertama adalah merakit satu per satu elemen baja bergelombang hingga semua elemen terpasang. Metode kedua adalah menyatukan seluruh elemen sebelumnya dan kemudian menempatkannya pada dudukan di fondasi jembatan.
Metode penimbunan di sisi kanan dan kiri struktur baja bergelombang setelah selesai dirakit dan dipasang di atas pile cap fondasi harus dilakukan secara bertahap. Tinggi penimbunan sisi kanan dan kiri harus relatif sama agar tekanan yang terjadi pada struktur baja bergelombang seimbang.
Keunggulan Struktur Baja Bergelombang
- Meningkatkan kekuatan struktur
- Potensi penghematan biaya
- Fleksibilitas dalam bentang jembatan
Struktur baja bergelombang mampu menjangkau bentang hingga 35 meter, menjadikannya solusi yang ekonomis dan efisien untuk pembangunan jembatan. Namun, saat ini bentang tersebut masih menggunakan produk impor, karena produksi dalam negeri baru mencapai sekitar 27 meter.



