ANALISIS DESAIN PENINGKATAN JALAN DI ATAS TANAH LUNAK MENGGUNAKAN CERUCUK KAYU GALAM DAN MINIPILE

Isi Artikel Utama

Achmad Miraj Ridwansyah

Abstrak

Peningkatan jalan dari Sp.3 Janas (Jalan Nasional) s.d STI sepanjang 2,5 km (Sta. 0+000 – Sta. 2+450) dilakukan untuk menunjang pengembangan kawasan Food Estate Belanti. Jalan tersebut telah terbangun selebar 3,5 m dengan perkerasan aspal satu lapis dan akan ditingkatkan menjadi 6,0 m lebar badan jalan dan 3,8 m lebar bahu jalan (kanan-kiri). Telah ada desain awal dengan perkuatan tanah dasar dengan 36 cerucuk kayu galam di bagian pelebaran jalan pada tahun 2020. Jumlah kayu galam yang diperlukan sesuai ketentuan sangatlah besar. Hal ini dikhawatirkan memberi dampak buruk terhadap lingkungan. Makalah ini bertujuan melakukan optimasi desain yang telah ada dengan menghitung kembali kebutuhan cerucuk kayu galam dan menggunakan alternative lainnya, yaitu tiang beton minipile. Metodologi yang digunakan adalah menggunakan data sekunder yang telah ada dan menghitung stabilitas timbunan dan penurunan tanah dasar pada kedua jenis perkuatan tanah dasar. Selanjutnya dibandingkan dari segi kekuatan dalam menahan beban dan kebutuhan biayanya. Dari hasil analisis didapatkan pelebaran jalan 2,5 km akan menghabiskan biaya sebesar Rp. 1.078.000.000,- untuk penggunaan kayu galam dan Rp. 31.752.000.000,- untuk penggunaan tiang beton minipile. Total penurunan lapisan tanah setebal 11,0 m (kedalaman -1,0 s.d -12,0 m) adalah sebesar 17,3 cm dengan perbedaan penurunan di sisi pelebaran jalan yang menggunakan cerucuk kayu galam sebesar 6,6 cm. Jika menggunakan tiang beton minipile, total penurunan lapisan tanah menjadi 13,3 cm dengan perbedaan penurunan di sisi pelebaran jalan yang menggunakan tiang beton minipile sebesar 7,0 cm.


Kata Kunci: cerucuk, kayu galam, minipile, pelebaran jalan, tanah lunak.

Rincian Artikel

Bagian
Roads and Bridges