Masuki Hari Keempat, BBPJN DKI Jabar Terus Intensifkan Penanganan Longsor Cisarua
Rabu, 28/01/2026 00:00:00 WIB | Berita/Umum | 15
Bandung Barat, 28 Januari 2026 – Penanganan bencana longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, yang terjadi pada 24 Januari 2026, hingga kini masih terus berlangsung dan telah memasuki hari keempat, Selasa (27/1/2026). Kementerian PU terus mengintensifkan upaya penanganan darurat dengan mengerahkan alat berat serta berbagai sarana pendukung guna mempercepat proses evakuasi, pencarian korban, dan pemulihan akses terdampak.
Dalam upaya tersebut, Kementerian PU melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta – Jawa Barat mengerahkan sebanyak 9 unit alat berat yang difokuskan pada dua titik lokasi longsoran. Sebanyak 3 unit alat berat ditempatkan di Lokasi A1, sementara 6 unit lainnya dikerahkan di Lokasi A2. Alat berat tersebut dioperasikan untuk membuka akses jalan yang tertutup material longsor sekaligus mendukung proses pencarian korban di area yang telah teridentifikasi.
Hingga saat ini, agenda utama penanganan masih difokuskan pada evakuasi dan pencarian korban, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan seluruh personel yang bertugas di lapangan.
Kepala Satuan Kerja PJN Wilayah IV Jawa Barat, Ratno Adi Setiawan, menjelaskan bahwa penggunaan alat berat menjadi salah satu langkah krusial dalam mendukung proses tanggap darurat di lokasi bencana.
“Alat berat digunakan untuk membuka akses yang tertutup material longsor sekaligus membantu proses pencarian korban di titik-titik yang teridentifikasi,” ungkap Ratno saat diwawancarai di lokasi longsoran, Selasa (27/1/2026).
Selain pengerahan alat berat, Kementerian PU juga menyalurkan berbagai sarana pendukung untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak serta mendukung operasional di lapangan.
“Kami laporkan juga, bahwa selain itu, Kementerian PU melalui BPBPK Jawa Barat, juga mengirimkan 3 unit hidran utama kapasitas 2.000 liter, kemudian ada 7 unit hidran portable, 2 unit tangki air kapasitas 4.000 liter, serta 1 unit tenda hunian darurat,” lanjutnya.
Berbagai bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang kebutuhan air bersih, mendukung kegiatan tanggap darurat, serta menyediakan fasilitas sementara bagi masyarakat terdampak bencana.
Hingga saat ini, Kementerian PU terus memastikan kehadiran negara dalam setiap tahapan penanganan bencana, baik melalui dukungan infrastruktur, sarana prasarana, maupun koordinasi lintas sektor. Upaya tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen Kementerian PU dalam mendukung keselamatan masyarakat terdampak serta mempercepat penanganan pascabencana di wilayah Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Berita Lainnya
Jembatan Cikaleho Kembali Tergerus Longsor, Kementerian PU Lakukan Persiapan Pasang Jembatan Bailey
BBPJN DKI Jabar Resmi Berganti Pimpinan, Harapan Baru untuk Infrastruktur Berkualitas
Sembilan Jembatan Baru di Jalur Selatan Perkuat Konektivitas Wilayah PANSELA Jawa Barat
