Jalan Rusak Berubah Mantap, Inpres Jalan Daerah 2025 Buktikan Dampak Nyata di Jawa Barat
Selasa, 27/01/2026 00:00:00 WIB | Berita/Umum | 80
Bandung, 27 Januari 2026 - Program Inpres Jalan Daerah (IJD) Tahun Anggaran 2025 terus menunjukkan hasil konkret dalam meningkatkan kualitas infrastruktur jalan dan memperkuat konektivitas wilayah di Provinsi Jawa Barat. Sejumlah ruas jalan daerah di Kabupaten Cirebon, Garut, Kuningan, Bogor, dan Tasikmalaya telah selesai ditangani 100 (seratus) persen dan kini dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.
Melalui program ini, pemerintah pusat hadir mendukung pemerintah daerah dalam mempercepat peningkatan layanan jalan, khususnya pada ruas-ruas strategis yang berperan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta penguatan aktivitas ekonomi lokal.
Di Kabupaten Cirebon, ruas Jalan Arjawinangun - Suranenggala sepanjang ±1,8 kilometer telah rampung ditangani dan dirasakan langsung manfaatnya oleh warga. Jalan yang sebelumnya bergelombang dan rawan kecelakaan kini menjadi lebih aman dan nyaman untuk dilalui. Penanganan ruas ini dilaksanakan oleh PPK 1.3 Satker PJN Wilayah I Jawa Barat melalui skema Inpres Jalan Daerah Tahun Anggaran 2025, meskipun jalan tersebut merupakan kewenangan pemerintah kabupaten.
Andri, salah seorang warga setempat menyampaikan apresiasinya atas perbaikan jalan tersebut. “Alhamdulillah, jalan ini kemarin-kemarin banyak bergelombang dan sering terjadi kecelakaan. Dengan selesainya perbaikan ini, semoga kecelakaan tidak ada lagi,” ujarnya.
PPK 1.3 Satker PJN Wilayah I Jawa Barat, Rendra Yudhi Agustian, menjelaskan bahwa ruas jalan tersebut diusulkan oleh Pemerintah Kabupaten Cirebon karena memiliki peran strategis. “Ruas jalan ini diusulkan oleh Pemkab Cirebon sepanjang 1,8 kilometer dengan lebar badan jalan 5 meter dan bahu jalan yang bervariasi. Mudah-mudahan bermanfaat dan dapat mendukung sektor pertanian, karena tujuan utama preservasi Inpres Jalan Daerah adalah mendukung sektor tersebut,” jelasnya.
Selain itu, ruas Sindanglaut-Pabuaran sepanjang 1,5 kilometer di Kabupaten Cirebon juga telah ditingkatkan menggunakan kombinasi perkerasan rigid dan fleksibel oleh PPK 3.4 Provinsi Jawa Barat. Dengan peningkatan ini, konektivitas masyarakat Cirebon Timur semakin kuat, mobilitas antarwilayah lebih lancar, serta akses menuju pusat kegiatan ekonomi dan layanan dasar menjadi lebih efisien.
Di Kabupaten Garut, Program Inpres Jalan Daerah mencakup penanganan ruas Jalan Prof. KH. Anwar Musaddad sepanjang 1,6 kilometer dengan lebar 7 meter menggunakan perkerasan rigid pavement. Ruas ini kini menjadi jalur alternatif yang membantu mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan Tarogong dan meningkatkan kenyamanan pengguna jalan.
Warga setempat, Handi Junaedi, mengungkapkan bahwa kondisi jalan yang lebih baik membawa dampak signifikan bagi aktivitas masyarakat. “Alhamdulillah, dengan diperbaikinya jalan ini, akses jalan raya untuk daerah Garut menjadi lancar dan tidak ada kemacetan. Warga setempat dan masyarakat Garut mengucapkan banyak terima kasih,” ujarnya.
Masih di Kabupaten Garut, ruas Kiarakohok-Linggamanik sepanjang 2,2 kilometer juga telah ditingkatkan dan dilebarkan dari 3 meter menjadi 4 meter dengan perkerasan aspal AC-WC oleh PPK 3.1 Provinsi Jawa Barat. Peningkatan ini membuat mobilitas warga semakin lancar, distribusi hasil pertanian lebih efisien, serta konektivitas antarwilayah semakin kuat.
Program Inpres Jalan Daerah juga menjangkau Kabupaten Kuningan melalui penanganan ruas Jalan Cidahu-Luragung sepanjang 2,8 kilometer dengan perkerasan flexible pavement. Jalan yang kini lebih mantap tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, mulai dari kelancaran mobilitas harian, peningkatan keselamatan berkendara, hingga mendukung distribusi hasil pertanian sebagai penggerak ekonomi lokal.
Di Kabupaten Bogor, ruas Parung Panjang–Bunar sepanjang 1 kilometer yang merupakan jalan kewenangan provinsi telah ditangani oleh PPK 5.2 Provinsi Jawa Barat menggunakan perkerasan rigid pavement. Warga setempat, Dedi, menyampaikan bahwa kondisi jalan yang lebih baik meningkatkan keselamatan, khususnya bagi pelajar. “Alhamdulillah, jalan ini sekarang sudah bagus dan lubang-lubang sudah diperbaiki. Dulu anak-anak sekolah sering jatuh karena banyak lubang, sekarang jalannya sangat bagus,” ungkapnya.
Sementara itu, di Kabupaten Tasikmalaya, ruas Cibalong-Derah sepanjang 3,2 kilometer telah ditingkatkan menggunakan perkerasan AC-WC oleh PPK 3.2 Provinsi Jawa Barat melalui skema Inpres Jalan Daerah. Ruas ini menjadi penghubung penting antarwilayah dan mendukung distribusi hasil perkebunan.
Kepala Desa Cibungur, Cecep, menyatakan bahwa kondisi jalan sebelumnya cukup memprihatinkan. “Sebelum adanya peningkatan, jalan ini rusak dengan banyak lubang, retak, dan cukup sempit. Ruas ini penting karena menghubungkan Cibalong–Cibungur–Derah–Pamijahan. Setelah selesai, masyarakat merasakan dampaknya sangat signifikan,” ujarnya.
Melalui Program Inpres Jalan Daerah, pemerintah pusat menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembangunan infrastruktur yang tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat. Infrastruktur jalan yang dibangun tidak hanya menghubungkan wilayah, tetapi juga memperkuat perekonomian daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Berita Lainnya
Pembangunan Jembatan Cidadap Capai Tahap Konstruksi Utama, Akses Masyarakat Tetap Terjaga
Proyek Jembatan Cilangla (CS) Selesai, Wujudkan Akses Aman dan Nyaman bagi Masyarakat
