Home Logo

Penerapan Bekerja Berbasis Risiko untuk Infrastruktur yang Aman dan Berkelanjutan


Senin, 30/11/-0001 00:00:00 WIB |   Berita/Umum |   23

Setiap pekerjaan memiliki potensi risiko, baik dalam skala kecil maupun besar. Risiko tersebut dapat muncul pada setiap tahapan pekerjaan dan perlu dikelola secara sistematis agar tidak menimbulkan dampak yang merugikan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan kerja yang mampu mengidentifikasi, menganalisis, dan mengendalikan risiko secara tepat. 

Melalui pendekatan bekerja berbasis risiko, setiap langkah kerja dilakukan dengan mempertimbangkan potensi bahaya yang mungkin terjadi, dampak yang dapat ditimbulkan, serta langkah-langkah pencegahan yang diperlukan. Pendekatan ini menjadi fondasi penting dalam memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai dengan prinsip keselamatan, efektivitas, dan kualitas kerja. 

Tujuan Penerapan Bekerja Berbasis Risiko 

Penerapan bekerja berbasis risiko bertujuan untuk memastikan seluruh kegiatan dapat berlangsung secara efektif, aman, dan berkelanjutan, tanpa mengorbankan aspek keselamatan maupun mutu hasil pekerjaan. Dengan memahami risiko sejak awal, potensi gangguan dapat diminimalkan, sehingga proses kerja menjadi lebih terkendali dan terukur. 

Pendekatan ini juga mendorong pengambilan keputusan yang lebih tepat, berbasis pada analisis risiko yang komprehensif, serta mendukung terciptanya budaya kerja yang mengedepankan keselamatan dan tanggung jawab. 

Komitmen Balai Keamanan Jembatan dan Terowongan Khusus 

Sebagai unit teknis yang memiliki peran strategis dalam penyelenggaraan keamanan jembatan khusus dan terowongan jalan, Balai Keamanan Jembatan dan Terowongan Khusus (BKJTK) berkomitmen untuk menerapkan manajemen risiko secara konsisten dalam setiap pelaksanaan tugas dan tanggung jawab. 

Penerapan manajemen risiko ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan BKJTK dalam mewujudkan infrastruktur yang andal, aman, dan berkelanjutan, serta mendukung terciptanya layanan publik yang profesional dan berintegritas. 

Membangun Infrastruktur yang Tangguh dan Tepercaya 

Dengan memahami dan mengelola risiko secara tepat, upaya pencegahan dapat dilakukan lebih dini. Hal ini tidak hanya bertujuan untuk menghindari permasalahan, tetapi juga untuk membangun keamanan, kepercayaan, dan ketangguhan infrastruktur Indonesia. 

Pendekatan bekerja berbasis risiko menjadi salah satu kunci dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat serta mendukung pembangunan nasional secara berkelanjutan.