Untuk memecahkan masalah kemacetan lalu lintas diperlukan suatu model penanganan sistem jaringan yang bersifatt terpadu dan menyeluruh yang tidak ditangani secara parsial dan sendiri-sendiri. Penelitian ini mencoba mengembangkan suatu konsep penanganan masalah terpadu yang melibatkan masalah lalu lintas di tingkat mikro (street level), mezo (perencanaan dan implementasi) dan makro (kebijakan). …
Hasil studi mengenai sistem transportasi di pedesaan menunjukkan bahwa masyarakat desa pertanian cenderung melakukan perjalanan yang berbasis rumah, dengan tingkat perjalanan rata-rata sebesar 1,1 perjalanan/hari. Kebutuhan pergerakan yang ada umumnya dilayani oleh angkutan umum (50%) berupa angkutan roda empat (angdes) dan roda dua (ojeg) yang berfungsi sebagai angkutan pengumpan (feeder). Pan…
Terdapat tiga misi Pusat Litbang Prasarana Transportasi yaitu 1) menyelenggarakan litbang prasarana transportasi yang berorientasikan kepada burning issues dan akomodatif terhadap aspek sosial dan budaya. 2) mensosialisasikan teknologi produk litbang yang mudah diaplikasikan oleh masyarakat. 3) meningkatkan pelayanan IPTEK prasarana transportasi yang berdaya saing. Dari hasil analisis SWOT dipe…
Jalan tol sebagai bentuk peran serta masyarakat swasta dalam pembiayaan dan pengadaan prasarana jalan merupakan usaha yang penuh resiko. Resiko tersebut dapat berupa resiko pelaksanaan (proyek), resiko pembiayaan (finansial), resiko politik (kebijakan dan peraturan) maupun resiko yang bersifat force majeur. Dalam konteks bisnis dan investasi, resiko-resiko tersebut dapat menimbulkan kegagalan p…
(TLL 142) Studi ini mengembangkan upaya dan strategi untuk meningkatkan kinerja jaringan jalan menggunakan pendekatan yang ada yang diharapkan dapat membantu dapat Pembina Jalan dalam menetapkan prioritas pembangunan jalan baik untuk jaringan jalan perkotaan maupuin jaringan jalan wilayah. Penelitian dilakuakn dengan menggunakan pendekatan analisis deskriptif-kualitatif dan kuantitatif, dimana…