Kajian menunjukkan bahwa drainase dan muka air tanah (MAT) memiliki pengaruh signifikan terhadap kekuatan, kinerja, dan usia pakai perkerasan jalan. Kelebihan kadar air pada struktur perkerasan dan tanah dasar (subgrade) dapat menyebabkan berbagai jenis kerusakan, mulai dari penurunan kekuatan hingga deformasi permanen. Air yang merembes ke dalam lapis pondasi (base) dan lapis sub-pondasi (sub-…
Kajian menunjukkan bahwa drainase dan muka air tanah (MAT) sangat memengaruhi kinerja dan umur perkerasan jalan lentur. Keduanya memiliki peran kritis dalam menjaga kekuatan struktural perkerasan, sebab kelebihan air pada lapisan perkerasan dapat mengurangi daya dukung material, menyebabkan deformasi, dan berbagai jenis kerusakan lain. Sistem drainase yang buruk dapat menyebabkan air permukaan …
Pengembangan sistem penimbangan beban kendaraan berfokus pada otomatisasi, integrasi teknologi informasi (TI), dan peningkatan efisiensi untuk mengatasi masalah Over Dimension Over Loading (ODOL) dan meningkatkan keselamatan jalan. Ini melibatkan implementasi teknologi Weigh-in-Motion (WIM) untuk penimbangan otomatis saat kendaraan bergerak, penggunaan kamera dan pengenalan pelat nomor otomatis…
Penerapan teknologi campuran hangat berbasis aspal buton melibatkan penggunaan aspal buton sebagai pengikat dalam campuran aspal yang diproduksi dan dipadatkan pada suhu lebih rendah daripada aspal panas konvensional. Asbuton dapat berfungsi sebagai substitusi sebagian aspal minyak atau sebagai aditif, memberikan kualitas perkerasan yang lebih baik, ketahanan terhadap deformasi, dan sifat ramah…
Pendampingan Teknis dan Alih Teknologi Bidang Perkerasan Jalan adalah kegiatan transfer pengetahuan dan keterampilan agar pihak penerima (pemohon) mampu menguasai dan menerapkan teknologi perkerasan jalan secara mandiri. Kegiatan ini dapat dilakukan oleh Balai Bahan dan Perkerasan Jalan (BBPJ) Kementerian PUPR untuk membantu permasalahan konstruksi, preservasi, keselamatan, dan keamanan jalan m…
Rak Penelitian 1 TJ: 432
Teknologi terapan bidang perkerasan jalan meliputi penggunaan material lokal (seperti Asbuton dan limbah industri seperti FABA serta slag nikel), pengembangan material dengan sifat khusus (seperti perkerasan lentur dengan Geogrid atau perkerasan beton menerus dengan tulangan (CRCP)), teknologi daur ulang (sepihan aspal daur ulang), dan teknologi digital (penggunaan AI untuk survei kondisi jalan…