Penerapan teknologi dalam sistem manajemen lereng jalan menjadi solusi penting dalam meningkatkan keselamatan dan keberlanjutan infrastruktur transportasi, khususnya di wilayah dengan kondisi topografi yang rawan longsor. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi teknologi modern, seperti sensor geoteknik, sistem pemantauan berbasis Internet of Things (IoT), serta pemodelan berbasis …
Rekayasa lereng merupakan cabang teknik geoteknik yang berfokus pada analisis kestabilan dan perancangan lereng untuk mencegah terjadinya longsor. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi faktor-faktor yang mempengaruhi kestabilan lereng, seperti sifat fisik dan mekanik tanah, kemiringan lereng, kondisi air tanah, serta beban eksternal. Metode yang digunakan meliputi analisis keseimbangan ba…
Keruntuhan jatuhan batuan merupakan salah satu bentuk gerakan massa yang sering terjadi pada daerah lereng curam dan berpotensi menimbulkan bahaya bagi infrastruktur, pengguna jalan, serta lingkungan di sekitarnya. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan penanganan yang efektif untuk mengurangi risiko yang ditimbulkan. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan sistem penanganan keruntuhan jat…
Keruntuhan jatuhan batuan merupakan salah satu jenis gerakan massa yang sering terjadi pada lereng curam dan berpotensi menimbulkan kerusakan pada infrastruktur, fasilitas umum, serta membahayakan keselamatan masyarakat. Penanganan yang tepat diperlukan untuk mengurangi risiko tersebut, salah satunya melalui pembangunan dinding penghalang (buffer wall) sebagai struktur proteksi pasif. Modul ini…
Pemilihan metode konstruksi antara terowongan dan galian lereng tinggi merupakan keputusan strategis dalam perencanaan infrastruktur jalan dan transportasi, khususnya pada wilayah perbukitan dan pegunungan. Keputusan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor teknis, ekonomi, lingkungan, serta aspek keselamatan dan keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Sistem Pengambilan Keputus…