Home Logo

Kepala BBPJN DKI Jakarta – Jabar Dampingi Menteri PU Ke Lokasi Longsor Pasirlangu. Sejumlah Alat Berat Telah Dikerahkan


Senin, 26/01/2026 00:00:00 WIB |   Berita/Umum |   34

Bandung Barat, 26 Januari 2026 — Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta-Jawa Barat, Rina Kumala Sari, mendampingi Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau langsung penanganan bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Minggu (25/1/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. Bencana longsor tersebut dipicu hujan deras dengan intensitas tinggi yang terjadi di dua titik permukiman warga, yakni Kampung Pasirkuning RT 05/11 dan Kampung Pasirkuda RT 01/10.

Dalam kunjungan lapangan tersebut, Menteri PU Dody Hanggodo menginstruksikan seluruh unit kerja di lingkungan Kementerian PU, termasuk BBPJN DKI Jakarta–Jawa Barat, untuk selalu siaga di lokasi bencana. Kesiapsiagaan ini diperlukan guna memberikan dukungan penuh terhadap upaya penanganan darurat serta proses evakuasi korban yang hingga saat ini masih terus dilakukan oleh Basarnas dan tim SAR gabungan.

“Fokus utama saat ini adalah membantu penanganan darurat dan mendukung proses evakuasi yang dilakukan oleh Basarnas dan tim SAR gabungan. Kami menyiagakan alat berat serta seluruh sarana pendukung yang dibutuhkan di lapangan,” ujar Dody Hanggodo di sela-sela peninjauan.

Sebagai bentuk dukungan konkrit, BBPJN DKI Jakarta–Jawa Barat yang mendapat instruksi langsung dari Kementerian PU telah mengerahkan tiga unit Excavator PC 75 yang saat ini telah siaga di lokasi bencana. Selain itu, tiga unit Excavator PC 75 tambahan masih dalam proses mobilisasi untuk memperkuat upaya penanganan material longsoran dan membuka akses di area terdampak.

Menteri PU juga menekankan pentingnya langkah pencegahan jangka menengah dan panjang agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Untuk itu, Dody meminta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum segera melakukan kajian teknis secara menyeluruh terhadap sistem aliran air, mulai dari wilayah hulu di Gunung Burangrang hingga ke daerah hilir. Kajian tersebut direncanakan dilaksanakan setelah tahapan tanggap darurat dan evakuasi dinyatakan selesai.

“Kajian teknis alur air dari hulu ke hilir sangat penting agar aliran dapat dikendalikan dan risiko bencana serupa bisa diminimalkan ke depan. Mandat ini akan dilaksanakan oleh BBWS Citarum setelah fase darurat berakhir,” jelas Dody.

Terkait penanganan warga terdampak, Menteri PU menyampaikan bahwa rencana relokasi akan dibahas lebih lanjut bersama pemerintah daerah setempat untuk menentukan lokasi relokasi yang paling aman dan layak bagi masyarakat. “Untuk relokasi warga terdampak, kami akan berdiskusi terlebih dahulu dengan pemerintah daerah terkait lokasi terbaik yang dapat disiapkan,” tambahnya.

Dalam mendukung penanganan di lapangan, BBWS Citarum turut menyiagakan satu unit Excavator PC 200 dan memobilisasi satu unit Excavator PC 55. Dukungan tambahan juga diberikan oleh BBWS Cimanuk Cisanggarung melalui mobilisasi satu unit Excavator PC 55 guna mempercepat proses penanganan longsoran.

Selain pengerahan alat berat, Kementerian PU melalui Tim Tanggap Darurat Air dan Sanitasi (TARAT) Direktorat Cipta Karya Provinsi Jawa Barat telah berada di lokasi pengungsian. Tim ini melakukan koordinasi intensif dengan pihak terkait untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan dasar para pengungsi, khususnya terkait air bersih dan sanitasi.

Sebagai bagian dari dukungan tersebut, Kementerian PU telah menyiapkan sarana dan prasarana pendukung berupa dua unit toilet portabel, dua unit tangki air berkapasitas masing-masing 4.000 liter, serta dua unit hidran umum berkapasitas 2.000 liter. Seluruh fasilitas tersebut ditempatkan di sekitar lokasi terdampak dan posko terpadu guna menunjang kebutuhan harian para pengungsi dan petugas di lapangan.

Kementerian PU menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta seluruh pemangku kepentingan terkait hingga proses penanganan darurat, evakuasi, dan pemulihan pascabencana dapat berjalan dengan aman, cepat, dan tepat sasaran.

Berita Lainnya