Home Logo

23 Posko Nataru Disiagakan, Jalan Nasional Jawa Barat Dipastikan Siap Hadapi Libur Akhir Tahun


Selasa, 23/12/2025 00:00:00 WIB |   Berita/Umum |   80

Bandung, 23 Desember 2025 — Dalam rangka memastikan kelancaran, keamanan, dan kenyamanan mobilitas masyarakat pada momentum libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional DKI Jakarta – Jawa Barat menegaskan kesiapan seluruh ruas jalan nasional di Provinsi Jawa Barat agar tetap berfungsi optimal selama periode arus mudik dan balik akhir tahun.

Kesiapan tersebut merupakan bagian dari langkah strategis BBPJN DKI Jakarta–Jawa Barat dalam mengantisipasi peningkatan volume lalu lintas sekaligus potensi gangguan akibat kondisi cuaca ekstrem. Bersama seluruh Satuan Kerja (Satker) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) selaku penanggung jawab kemantapan jalan nasional, BBPJN DKI Jakarta–Jawa Barat telah menyiapkan 23 Posko Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang ditempatkan pada titik-titik strategis jalur utama jalan nasional di Jawa Barat.

Sebanyak 23 Posko Nataru tersebut beroperasi mulai 16 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung pelayanan bagi pengguna jalan. Fasilitas yang disediakan meliputi tempat istirahat, makanan ringan dan minuman, layanan hiburan berbasis internet, peta lokasi serta jalur alternatif, sistem pemantauan CCTV, perlengkapan pertolongan pertama (P3K), toilet, tempat ibadah, hingga peralatan dan material siaga bencana.

Keberadaan Posko Nataru berfungsi sebagai pusat layanan terpadu sekaligus pusat koordinasi penanganan kondisi darurat di lapangan. Melalui posko ini, masyarakat dapat memperoleh informasi terkini terkait kondisi lalu lintas, rekomendasi jalur alternatif, serta bantuan teknis apabila terjadi gangguan perjalanan di ruas jalan nasional.

Selain menyiapkan posko layanan, BBPJN DKI Jakarta–Jawa Barat juga menyiagakan Disaster Response Unit (DRU) sebanyak 117 unit sebagai langkah antisipatif terhadap potensi bencana alam, seperti banjir, tanah longsor, dan gangguan lain yang dapat memengaruhi fungsi jalan nasional. DRU tersebut didukung peralatan berat, material darurat, dan personel teknis yang bersiaga selama 24 jam. Di samping itu, turut disiagakan 31 Unit Pemeliharaan Rutin (UPR) yang tersebar di 23 lokasi, guna memastikan respons cepat dan berkelanjutan terhadap setiap potensi kerusakan jalan.

Dalam rangka menjaga kondisi perkerasan jalan agar tetap aman dan nyaman dilalui, BBPJN DKI Jakarta–Jawa Barat juga menyiapkan material aspal TCM (Tambalan Cepat Mantap). Material ini memungkinkan penanganan cepat terhadap lubang jalan, khususnya pada musim hujan yang masih berpotensi terjadi selama periode Nataru, sehingga gangguan terhadap kelancaran lalu lintas dapat diminimalkan.

Kepala BBPJN DKI Jakarta–Jawa Barat, Rina Kumala Sari, menegaskan bahwa seluruh langkah kesiapsiagaan tersebut merupakan wujud komitmen Balai dalam memberikan pelayanan infrastruktur jalan nasional yang andal, responsif, dan berorientasi pada keselamatan pengguna jalan.

“Kami memastikan seluruh ruas jalan nasional di Jawa Barat berada dalam kondisi mantap dan siap melayani masyarakat selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Sebanyak 23 Posko Nataru telah kami siapkan lengkap dengan dukungan personel, peralatan, Disaster Response Unit, serta material aspal TCM untuk penanganan cepat di lapangan. Koordinasi dengan seluruh Satker dan PPK terus kami perkuat agar setiap potensi gangguan dapat ditangani secara cepat, tepat, dan terukur,” ujar Rina.

Lebih lanjut, ia mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar senantiasa mengutamakan keselamatan selama berkendara, mematuhi rambu dan ketentuan lalu lintas, serta memanfaatkan fasilitas Posko Nataru apabila membutuhkan informasi maupun bantuan selama perjalanan.

Dengan berbagai upaya kesiapsiagaan tersebut, BBPJN DKI Jakarta–Jawa Barat optimistis penyelenggaraan layanan jalan nasional selama periode Nataru 2025/2026 di wilayah Jawa Barat dapat berjalan secara optimal, sehingga mendukung kelancaran arus perjalanan masyarakat sekaligus menopang aktivitas sosial dan ekonomi di akhir tahun.

Berita Lainnya