Perpustakaan Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

  • Beranda
  • Informasi
  • Layanan
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

Game

Pengembangan metoda analisis resiko investasi jalan tol

Widianto, Doni Janarto - Nama Orang;

Jalan tol sebagai bentuk peran serta masyarakat swasta dalam pembiayaan dan pengadaan prasarana jalan merupakan usaha yang penuh resiko. Resiko tersebut dapat berupa resiko pelaksanaan (proyek), resiko pembiayaan (finansial), resiko politik (kebijakan dan peraturan) maupun resiko yang bersifat force majeur. Dalam konteks bisnis dan investasi, resiko-resiko tersebut dapat menimbulkan kegagalan pencapaian atau mengakibatkan ketidak sesuaian hasil yang ada dengan harapan, sehingga secara langsung akan mempengaruhi tingkat keuntungan yang diperoleh.

Studi ini mencoba melakukan kajian terhadap tingkat resiko investasi jalan tol di Indonesia, yang didorong oleh adanya kecendurungan menurunnya tingkat investasi jalan tol akibat krisis moneter yang lalu. Kajian dilakukan dengan terlebih dahulu mengidentifikasi faktor-faktor atau elemen resiko yang dianggap berpotensi untuk menimbulkan resiko dalam pengusahaan jalan tol. Kemudian dilakukan analisis perhitungan faktor resiko untuk masing-masing elemen yang ada untuk menetapkan tingkat resiko yang terjadi.

Hasil perhitungan faktor resiko untuk masing-masing kelompok elemen resiko (FR) diatas 0.5. Hal ini membuktikan bahwa resiko investasi jalan tol di Indonesia memang cukup tinggi. Elemen resiko utama yang memiliki FR tinggi antara lain adalam pembebasan lahan (0.88), studi perencanaan (0.72), perijinan (0.71), pembiayaan (0.65), pembangunan (0.63) dan kewajiban pembayaran (0.63).
Sementara itu dalam hal alokasi resiko, hasil analisis yang ada menunjukkan bahwa resiko investasi pada tahap pra-konstruksi sebaiknya dialokasikan dengan proporsi pemerintah 65% dan swasta 35%. Sementara untuk tahap konstruksi, alokasi resiko sebaiknya dilakukan dengan perbandingan pemerintah 35% dan swasta 65%. Sedangkan pada tahap pasca konstruksi, resiko investasi yang ada disarankan untuk dialokasikan kepada pemerintah sebesar 43% dan swasta 57%.


Ketersediaan
#
My Library 625.712.003(047.31) Wid p
0000008872
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
625.712.003(047.31) Wid p
Penerbit
: PUSTRAN., 2003
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
625.712.003(047.31)
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
ROAD INVESTMENT
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan
  • Informasi
  • Layanan

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Teknik Jalan Teknik Jalan & Geometri
  • Jembatan Jembatan & Terowongan
  • Perkerasan Perkerasan, Aspal & Beton
  • Geoteknik Geoteknik & Fondasi
  • Standar & NSPM NSPM & Standar (SNI/AASHTO)
  • Drainase Drainase & Hidrologi Jalan
  • Lalu Lintas Keselamatan Lalu Lintas
  • Konstruksi Konstruksi & Manajemen
  • Lingkungan & K3 Lingkungan & K3 Jalan
  • Riset Bintekjatan Riset & Prosiding Bintekjatan
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Koleksi Khusus Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?