Tahun 1996/1997 penelitian dilakukan pada daerah yang mempunyai geologi batuan dasar berupa batuan dasar metamorf dan yang berasal dari sedimen pantai/sungai. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa di lokasi lintas Seram diperoleh suatu ciri longsoran yang besar yang sifatnya sangat dipengaruhi oleh akumulasi air tanah danpekerjaan lereng galian tebing, sehingga dapat dicirikan tingkat perbedaa…
Lokasi pengamatan dilakukan di lokasi Bogor-Puncak-Cianjur yang mempunyai geologi batuan dasar berupa batuan vulkanis dan sandstone yang berasal dari sedimentary rocks. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa lokasi tersebut mempunyai ciri longsoran yang besar yang sifatnya sangat dipengaruhi oleh akumulasi air tanah sehingga dapat dicirikan tingkat perbedaan kemantapannya. Daerah Sumedang - B…
Tujuan dari evaluasi terrain dengan memanfaatkan hasil interpretasi foto udara adalah untuk menganalisa kemantapan lereng dengan jalan mengnali kondisi yang berkaitan dengan terrainnya seperti bentuk topografi, sistem tata guna lahan, pola penyebaran batuan/geologi, jenis vegetasi, struktur geologi, pola aliran/geohidrologinya,daerah yang tidak mantap, sifat dan karakteristik tanah/batuannya. D…
Pemanfaatan metode empiris atau semi empiris menjadi suatu pilihan alternatif yang dapat digunakan untuk menganalisa suatu kemantapan lereng dengan metode evaluasi terrain. Evaluasi terrain dengan pengideraan jauh dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan antara lain menggunakan foto satelit. Dengan memanfaatkan suatu teknologi kemampuan alat Sistem Informasi Geografis (SIG) yang dilengk…
Kttj Ke-4 - , Volume 5 Teknik Bangunan Pelengkap Jalan Dan Geotekik
Konferensi Tahunan Teknik Jalan ke-3. Volume 1 Geoteknik
National seminar on technology of roads and bridges on soft soils, volume 1
Konperensi regional Teknik Jalan ke-5 (KRTJ-5) Wilayah Tengah dan Wilayah Timur, Volume 2