Tasirtu merupakan bahan sub standar yang memerlukan proses stabilisasi kapur atau semen untuk digunakan sebagai bahan pondasi atas jalan (base) sebab endapan kerikil laterit ini sangat potensial dan terbesar cadangannya di Propinsi Sulawesi Tenggara. Tasirtu merupakan jenis kerikil kepasiran dengan sedikit lempung, cukup baik sebagai bahan poindasi jalan setelah melalui proses pengolahan. Setel…
Studi ini bertujuan untuk pengembangan CTSB dan CTB sebagai bahan lapis pondasi pada perkerasan lentur. Sasaran dari studi adalah untuk pengembangan spesifikasi CTSB dan CTB yang telah ada, dan sebagai bahan untuk penyusunan pedoman advis teknis untuk pembuatan CTSB dan CTB. (TJ: 242) Dari hasil pengkajian ini disimpulkan antara lain, penggunaan shovel untuk pencampuran cement treated di lap…
Mutu hasil pekerjaan jalan merupakan suatu hal yang harus dicapai pada akhir pekerjaan, sehingga mutu pekerjaan dapat memenuhi persyaratan sesuai kebutuhan. Hal tersebut dikarenakan banyaknya jalan ynag rusak dalam waktu lebih awal dan tidak sesuai dengan umur rencana pelayanan. Mutu pekerjaan seperti ini semakin nyata dengan adanya keterbatasan dalam dana untuk pemeliharaan jalan. Untuk memper…
Tahun 1996/1997 penelitian dilakukan pada daerah yang mempunyai geologi batuan dasar berupa batuan dasar metamorf dan yang berasal dari sedimen pantai/sungai. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa di lokasi lintas Seram diperoleh suatu ciri longsoran yang besar yang sifatnya sangat dipengaruhi oleh akumulasi air tanah danpekerjaan lereng galian tebing, sehingga dapat dicirikan tingkat perbedaa…
Lokasi pengamatan dilakukan di lokasi Bogor-Puncak-Cianjur yang mempunyai geologi batuan dasar berupa batuan vulkanis dan sandstone yang berasal dari sedimentary rocks. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa lokasi tersebut mempunyai ciri longsoran yang besar yang sifatnya sangat dipengaruhi oleh akumulasi air tanah sehingga dapat dicirikan tingkat perbedaan kemantapannya. Daerah Sumedang - B…
Tujuan dari evaluasi terrain dengan memanfaatkan hasil interpretasi foto udara adalah untuk menganalisa kemantapan lereng dengan jalan mengnali kondisi yang berkaitan dengan terrainnya seperti bentuk topografi, sistem tata guna lahan, pola penyebaran batuan/geologi, jenis vegetasi, struktur geologi, pola aliran/geohidrologinya,daerah yang tidak mantap, sifat dan karakteristik tanah/batuannya. D…