BPJN Lampung Serahkan Hibah dan BASTO Program IJD kepada Pemerintah Daerah
06 Maret 2026
Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung melaksanakan kegiatan serah terima hibah Barang Milik Negara (BMN) dan Berita Acara Serah Terima Operasional (BASTO) berupa jalan kepada Pemerintah Provinsi Lampung dan pemerintah kabupaten di Provinsi Lampung.
Selengkapnya..
Monitoring dan Evaluasi Persiapan Jalur Lebaran Tahun 2026
04 Maret 2026
Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung M. Ali Duhari melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terkait persiapan jalur lebaran pada Selasa, 3 Maret 2026. Monev dilakukan oleh Kepala BPJN Lampung beserta tim. Kegiatan ini meninjau sejumlah ruas yang berada di wilayah Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah I.
Selengkapnya..
BPJN Lampung Gelar Rapat Kerja Persiapan Jalur Mudik Lebaran 2026
27 Februari 2026
Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung mengadakan rapat kerja dalam rangka membahas kesiapan infrastruktur jalan dan jembatan untuk menghadapi arus mudik lebaran 2026 di lingkungan BPJN Lampung.
Selengkapnya..
BPJN Lampung Percepat Perbaikan Jalan Nasional Jelang Lebaran 2026, Targetkan Zero Pothole
25 Februari 2026
Bandarlampung – Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung mulai mengintensifkan kegiatan perbaikan jalan nasional di berbagai ruas strategis. Salah satu kegiatan yang tengah berlangsung adalah penutupan lubang di Jalan Bypass Soekarno Hatta, Bandarlampung, yang merupakan bagian dari ruas Lintas Tengah.
Selengkapnya..
Diseminasi Hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) Tahun 2025
23 Februari 2026
Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung mengikuti kegiatan Diseminasi Hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) Tahun 2025 yang diadakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum pada Kamis, 19 Februari 2026. Diseminasi Hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) Tahun 2025 sebagai bagian dari penguatan tata kelola yang bersih dan akuntabel.
Selengkapnya..
Kenapa Jalan Cepat Berlubang? Ternyata Air Jadi Salah Satu Biang Keroknya
20 Februari 2026
Air menjadi salah satu faktor utama penyebab kerusakan jalan beraspal. Meski aspal atau bitumen bersifat hidrofobik atau tidak larut dalam air, struktur perkerasan jalan terdiri dari beberapa lapisan dengan pori-pori kecil yang tetap memungkinkan air masuk. Ketika hujan turun dan sistem drainase tidak berfungsi optimal, air dapat meresap melalui retakan halus, sambungan konstruksi, maupun celah agregat, lalu terperangkap di dalam struktur perkerasan.
Selengkapnya..

