BBPJN DKI Jakarta - Jabar dan BBKSDA Jabar Sepakat, Jalan Nasional di Kawasan Konservasi Dikelola Berbasis Keberlanjutan
Rabu, 24/12/2025 00:00:00 WIB | Berita/Video | 61
Bandung, 23 Desember 2025 - Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta-Jawa Barat bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dalam rangka pemanfaatan dan pengembangan transportasi terbatas berupa penyelenggaraan jalan nasional di kawasan konservasi. Penandatanganan PKS tersebut dilaksanakan pada hari Selasa (23/12/2025) di Kantor BBPJN DKI Jakarta - Jawa Barat sebagai wujud komitmen bersama dalam memastikan pembangunan infrastruktur selaras dengan upaya perlindungan dan pelestarian lingkungan.
Perjanjian Kerja Sama ini ditandatangani oleh Kepala BBPJN DKI Jakarta–Jawa Barat, Rina Kumala Sari, dan Kepala BBKSDA Jawa Barat, Agus Arianto, serta disaksikan oleh jajaran pejabat di lingkungan BBPJN DKI Jakarta – Jawa Barat antara lain Kepala Bidang KPIJ, Kepala Bidang Preservasi Wilayah II Jawa Barat, Kepala Satker PJN Wilayah II Jawa Barat, serta pemangku kepentingan terkait lainnya. Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam menyelaraskan dua mandat negara yang sama-sama penting, yaitu penyelenggaraan jalan nasional dan perlindungan kawasan konservasi beserta ekosistemnya.
Kepala BBPJN DKI Jakarta-Jawa Barat, Rina Kumala Sari, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan nasional tidak dapat dilakukan secara terpisah dari aspek lingkungan.
“Melalui Perjanjian Kerja Sama ini, kami ingin memastikan bahwa penyelenggaraan jalan nasional tidak hanya berorientasi pada konektivitas dan pelayanan lalu lintas, tetapi juga memperhatikan perlindungan kawasan konservasi, pengamanan ekosistem, serta dukungan terhadap pemulihan lingkungan di sekitar koridor jalan,” ujar Rina.
Ia menambahkan bahwa berbagai kejadian lingkungan di sejumlah wilayah menjadi pembelajaran penting bahwa pembangunan harus direncanakan secara kolaboratif, terintegrasi, dan berlandaskan regulasi agar manfaat pembangunan dapat dicapai tanpa mengorbankan kelestarian alam dan keselamatan masyarakat.
Perjanjian Kerja Sama ini terintegrasi dengan Rencana Pelaksanaan Program (RPP) yang mencakup Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Rencana Kerja Lima Tahunan (RKL) pada empat ruas jalan nasional eksisting yang melintasi kawasan hutan konservasi di Provinsi Jawa Barat. Keempat ruas tersebut meliputi Ruas Batas Bandung/Cianjur–Naringgul–Cidaun di kawasan Cagar Alam Gunung Simpang, Ruas Rancabali–Batas Bandung/Cianjur di kawasan Cagar Alam Patengan, Ruas Ciwidey–Rancabali di kawasan Taman Wisata Alam Cimanggu, serta Jalan Raya Citepus (Simpang Karang Hawu–Pelabuhan Ratu) di kawasan TWA/Cagar Alam Sukawayana.
Ruas-ruas jalan tersebut merupakan jalur strategis penghubung lintas tengah dan lintas pantai selatan Jawa Barat yang menopang aktivitas perekonomian masyarakat serta akses menuju kawasan pariwisata. Melalui PKS ini, kedua belah pihak berkomitmen menjaga keberlanjutan fungsi jalan nasional sekaligus mendukung kegiatan perlindungan, pengamanan kawasan, dan pemulihan ekosistem di sekitarnya.
Lebih lanjut, Rina menyampaikan bahwa tujuan utama kerja sama ini adalah mencapai keseimbangan antara fungsi jalan nasional sebagai penggerak konektivitas wilayah dengan kewajiban menjaga kelestarian alam secara berkelanjutan.
“Kami meyakini bahwa sinergi antara BBPJN DKI Jakarta-Jawa Barat dan BBKSDA Jawa Barat dapat menjadi contoh praktik baik penyelenggaraan infrastruktur yang berwawasan lingkungan dan menjadi model kolaborasi lintas sektor di wilayah lain,” tambahnya.
BBPJN DKI Jakarta - Jawa Barat juga menyampaikan apresiasi kepada BBKSDA Jawa Barat atas komitmen dan kerja sama yang telah terbangun. Diharapkan, implementasi Perjanjian Kerja Sama ini dapat memberikan manfaat nyata bagi institusi, masyarakat, serta generasi mendatang, sejalan dengan prinsip pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.
Berita Lainnya
Tawa, Semangat, dan Kerja Sama Warnai Perayaan HUT ke-80 RI di BBPJN DKI Jakarta - Jawa Barat
Dirjen Bina Marga Tinjau Dua Proyek Strategis di Jabar: Jembatan Baru Kemang Pratama & Akses Mabes TNI Cilangkap Dikebut
Progres Konstruksi Flyover Nurtanio Capai 65%, Kurangi Kemacetan Lalu Lintas di Bandung dan Dukung Operasional Kereta Whoosh
