<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="3825">
 <titleInfo>
  <title>The 2nd Indonesian tunnelling conference</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>DEPARTEMEN PERMUKIMAN DAN PRASARANA WILAYAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Kimpraswil</publisher>
  <dateIssued>2004</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Filmstrip</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan manajemen air dan metode mempertahankan stabilitas aliran mantap di badan air (sungai yang tepat guna, dengan kata lain mempertahankan stabilitas rezim/watak eksistensi air disatuan ruang hidrologis fungsi waktu. Sasaran fisik penelitian berupa 1)konsep Pola pengendalian (manajemen) air yang mencakup aspek institusional, teknis logis, teknologis,  lingkungan/tata ruang, pengaturan, sosial, dan ekonomi; 2)Model matematis dalam upaya mempertahankan stabilitas aliran mantap; 3)Bahan masukan bagi peruntukan ruang dengan memperhatikan daya dukung lingkungan seperti curah hujan, kelerengan, bahaya erosi, dan tata guna air. Sedangkan sasaran fungsionalnya adalah: 1)Menjamin kestabilan/kelestarian sumber-sumber air fungsi ruang dan waktu; 2)menghindarkan kerugian baik terhadap lingkungan maupun manusia. Lokasi penelitian di Bandung karena konsetrasi sumber air pada daerah hunian tinggi dan adanya pembangunan perumahan pada daerah konservasi, serta di daerah Bopuncur dengan alasan eksploitasi sumber air pada daerah konservasi tinggi dan penegakan peraturan belum optimal. Kedua lokasi juga mempunyai curah hujan yang tinggi. Dari penelitian ditemukan kecendrungan konversi lahan untuk kawasan kerja seperti Kodya Bandung dan kawasan permukiman umumnya memberikan andil dalam perubahan watak kestabilan aliran mantap sumber air dalam tata ruang secara historik.     200</note>
 <subject authority="">
  <topic>TUNNELS</topic>
 </subject>
 <classification>624.19(063)</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan Direktorat Jenderal Bina Marga - Kementerian Pekerjaan Umum (NPP: 3273244A00000001)</physicalLocation>
  <shelfLocator>624.19(063) DEP 2</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">0000004001</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library</sublocation>
    <shelfLocator>624.19(063) DEP 2</shelfLocator>
   </copyInformation>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">0000004083</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library</sublocation>
    <shelfLocator>624.19(063) DEP 2</shelfLocator>
   </copyInformation>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">0000004084</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library</sublocation>
    <shelfLocator>624.19(063) DEP 2</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>3825</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf"></recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf"></recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>