<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="3583">
 <titleInfo>
  <title>Uji coba saringan pasir:</title>
  <subTitle>laporan final</subTitle>
 </titleInfo>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Puslitbang Permukiman</publisher>
  <dateIssued>1987</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini dalam jangka panjang bertujuan untuk memberikan suatu petunjuk pada pengoperasian dan pemeliharaan saringan pasir lambat, sedangkan tujuan dalam tahun anggaran ini adalah untuk identifikasi dan dokumentasi tentang jangka waktu berlangsungnya pemampatan pori-pori media penyaring (pasir) dari saat mulai dioperasikannya suatu saringan pasir lambat, mengidentifikasi dan dokumentasi tentang ukuran butir dan kedalaman penetrasi padatan kedalam media penyaring, mengidentifikasi dan dokumentasi tentang konsentrasi zat pencemar dalam air yang diolah, mengidentifikasi dan dokumentasi tentang kondisi pengoperasiannya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah 1) Dari hasil analisa ayakan pasir, semua pasir beton yang digunakan (Bandung, Jateng dan Jatim) ukurannya memenuhi persyaratan yang ditetapkan untuk media penyaring dalam saringan pasir lambat; 2) Panjang masa operasi saringan yang paling lama, yakni selama 23 hari, terjadi pada kondisi operasi dengan kecepatan penyaringan 0,2 m/jam, kekeruhan air baku 30 mg/l Si02 dalam media penyaring pasir beton dari Bandung; 3) Penetrasi solid ke dalam lapisan media penyaring umumnya mencapai 5 cm dari muka lapisan pasir.</note>
 <subject authority="">
  <topic>WATER PURIFICATION</topic>
 </subject>
 <classification>628.354</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan Direktorat Jenderal Bina Marga - Kementerian Pekerjaan Umum (NPP: 3273244A00000001)</physicalLocation>
  <shelfLocator>628.354 PUS u</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">0000003697</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library</sublocation>
    <shelfLocator>628.354 PUS u</shelfLocator>
   </copyInformation>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">0000003997</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library</sublocation>
    <shelfLocator>628.354 PUS u</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>3583</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf"></recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf"></recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>