<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="3557">
 <titleInfo>
  <title>Lampiran F. Draft tata cara perencanaan struktur beton untuk jembatan</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hidayat,  Lanny</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>PUSTRAN</publisher>
  <dateIssued>2002</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Game</form>
  <extent>138 hal.; tabel</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tata cara Perencanaan Struktur Beton untuk Jembatan ini digunakan untuk merencanakan jalan raya dan jembatan pejalan kaki di Indonesia yang menggunakan komponen struktur beton bertulang dan beton prategang dengan memakai beton normal dan dengan panjang bentang tidak lebih dari 100 meter. Beton normal yang dimaksud dalam Peraturan ini adalah beton yang dibuat dengan menggunakan semen portland mempunyai berat jenis sekitar 2400 kg/m3, dan mempunyai kuat tekan antara 20 MPa sampai dengan 60 MPa (setara dengan K250-K700 berdasarkan benda uji kubus) termasuk beton ringan yang mempunyai berat jenis tidak kurang dari 2000 kg/m3 dan mempunyai kuat tekan antara 20 MPa sampai dengan 40 MPa.Tata cara ini bisa berlaku untuk penggunaan beton bermutu tinggi dengan kuat tekan yang lebih tinggi dari 60 MPa atau beton ringan dengan berat jenis yang kurang dari 2000 kg/m3 asalkan bila dianggap perlu bisa dilakukan penyesuaian pada perilaku material beton tersebut berdasarkan suatu acuan teknis atau hasil penelitian yang bisa diterima oleh yang berwenang. (KO 137)</note>
 <subject authority="">
  <topic>BRIDGES</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>CONCRETE STRUCTURE</topic>
 </subject>
 <classification>624.21(047.31)</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan Direktorat Jenderal Bina Marga - Kementerian Pekerjaan Umum (NPP: 3273244A00000001)</physicalLocation>
  <shelfLocator>624.21(047.31) Hid l</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">0000003652</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library</sublocation>
    <shelfLocator>624.21(047.31) Hid l</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>3557</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf"></recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf"></recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>