<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="2259">
 <titleInfo>
  <title>Studi penelitian karakteristik beban lalu lintas jalan antar kota</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Oetoyo,  Pantja Dharma</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>PUSTRAN</publisher>
  <dateIssued>2000</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Game</form>
  <extent>graf.; tabel</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Jenis kendaraan yang mempunyai kecenderungan melebihi ketentuan maksimum sumbu terberat adalah kendaraan golongan 3 (T1.2H) dan golongan 6 (T1.2-2.2). Keduanya merupakan jenis kendaraan truk dengan sumbu tunggal. Jenis kendaraan ini memiliki karakteristik beban yang relatif sedikit melakukan pelanggaran ketentuan muatan. Pelanggaran maskimum sumbu terberat yang berbeda-beda untuk masing-masing sumbu pada suatu golongan kendaraan menunjukkan bahwa posisi muatan kendaraan juga mempengaruhi terjadinya fenomena pelanggaran ketentuan berat sumbu. Kondisi sistem jaringan juga mempengaruhi karakteistik beban lalu lintas sebagai contoh pada ruas Cilegon - Merak lalu lintas barang dengan ciri perjalanan jarak jauh (Sumatera - Jawa) cenderung melebihi ketentuan. Tuntutan untuk mengangkut muatan dalam jumlah besar tidak didukung oleh adanya prasarna dan sarana yang memadai untuk mengangkut kendaraan dengan daya angkut yang besar. Jenis muatan juga memp enga aruhi kecenderungan untuk terjadinya pelanggaran. Kendaraan barang (golongan 2,3, 4, 5, 6, 7, 8 dan 9) memberikan kontribusi yang sangat besar dalam perusakan jalan (90%) jika dibandingkan dengan kendaraan penumpang (golongan 1 dan 10) yaitu 10 persen.&#13;
	(TLL 100)</note>
 <subject authority="">
  <topic>TRAFFIC CHARACTERISTICS</topic>
 </subject>
 <classification>656.1(047.31)</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan Direktorat Jenderal Bina Marga - Kementerian Pekerjaan Umum (NPP: 3273244A00000001)</physicalLocation>
  <shelfLocator>656.1(047.31) Oet s</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">0000002298</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library</sublocation>
    <shelfLocator>656.1(047.31) Oet s</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>2259</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf"></recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf"></recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>