<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="2246">
 <titleInfo>
  <title>Pengkajian elemen geometrik jalan (simpang perkotaan)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Iskandar,  Hikmat</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>PUSTRAN</publisher>
  <dateIssued>2000</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Game</form>
  <extent>49 hal.; fot, tabel</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Program pengembangan Penelitian Elemen Geometrik Jalan adalah melaksanakan pemutakhiran parameter geometrik perencanaan jalan yaitu 1) lapak kendaraan (offtracking), 2) Evaluasi pandangan bebas ke samping di persimpangan dan 3) menetapkan kecepatan rencana untuk jalan lokal. Offtracking ditetapkan dari perumusan secara matematik berdasarkan 'bycile model' untuk menghitung koordinat ban-ban kendaraan yang sedang membelok yang kemudian digambar dan dibandingkan dengan offtracking hasil pengukuran skala penuh. Visibility splay dievaluasi dari kecepatan rencana dan jarak pandangan henti. Kebutuhan visibility splay sangat dipengaruhi oleh sifat-sifat pergerakan kendaraan di persimpangan yang dalam studi inipun dievaluasi. Penetapan kecepatan rencana didasarkan kepada distribusi kecepatan bebas kendaraan pada kondisi yang baik. Angka tersebut ditetapkan sebesar 85 persentile dari distribusi frekuensi kumulatif kecepatan bebas kendaraan. Hasil evaluasi pemenuhan visibility splay pada persimpangan non APIL menyimpulkan bahwa banyak persimpangan yang tidak memenuhi visibility splay. Hasil pengukuran kecepatan kendaraan di jalan kolektor sekunder lebih tinggi dari yang disarankan sebelumnya yaitu 33-50 km/jam. Untuk perencanaan dengan mempertimbangkan sifat perjalanan lokal dan keselamatan pemakai jalan termasuk pedestrian, maka untuk konsep Tata Cara Perencanaan Geometrik Jalan Perkotaan, tetap diusulkan kecepatan rencana 20-30 km/jam&#13;
	(TLL 098)</note>
 <subject authority="">
  <topic>ROAD GEOMETRY</topic>
 </subject>
 <classification>625.721(047.31)</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan Direktorat Jenderal Bina Marga - Kementerian Pekerjaan Umum (NPP: 3273244A00000001)</physicalLocation>
  <shelfLocator>625.721(047.31) Isk p</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">0000002284</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library</sublocation>
    <shelfLocator>625.721(047.31) Isk p</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>2246</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf"></recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf"></recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>