<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="21692">
 <titleInfo>
  <title>Pengujian Tanah di Laboratorium dan Lapangan Bidang Geoteknik Jalan</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Febrijanto, Rudy</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
  </place>
  <publisher>PUSJATAN</publisher>
  <dateIssued></dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>ix+132p.: Illus.; 15 x 28 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <relatedItem type="series">
  <titleInfo/>
  <title>Naskah Ilmiah</title>
 </relatedItem>
 <note>Pengujian tanah merupakan tahapan penting dalam perencanaan dan pembangunan jalan karena karakteristik tanah dasar sangat mempengaruhi kekuatan, stabilitas, dan umur layanan konstruksi perkerasan. Dalam bidang geoteknik jalan, pengujian tanah dilakukan baik di laboratorium maupun di lapangan untuk memperoleh parameter teknis yang akurat. Pengujian laboratorium umumnya meliputi analisis kadar air, berat jenis, batas Atterberg, analisis saringan, uji pemadatan (Proctor), serta uji CBR laboratorium. Sementara itu, pengujian lapangan mencakup uji sondir (CPT), uji Standard Penetration Test (SPT), uji CBR lapangan, dan uji kepadatan lapangan (sand cone atau nuclear density test).&#13;
&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil pengujian tanah di laboratorium dan lapangan serta menganalisis kesesuaiannya dalam menentukan daya dukung tanah dasar untuk perencanaan jalan. Metode yang digunakan berupa pengambilan sampel tanah di lokasi proyek, pengujian sesuai standar yang berlaku, serta analisis korelasi parameter tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pengujian laboratorium dan lapangan memberikan gambaran yang lebih komprehensif terhadap kondisi tanah sebenarnya, sehingga dapat meningkatkan akurasi perencanaan tebal perkerasan dan meminimalkan risiko kegagalan konstruksi.&#13;
&#13;
LOKASI: Ruang Koleksi Umum&#13;
Rak: 4</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>SOIL ANALYSIS</topic>
 </subject>
 <classification>624.131.37</classification>
 <identifier type="isbn">9786022641055</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan Direktorat Jenderal Bina Marga - Kementerian Pekerjaan Umum (NPP: 3273244A00000001)</physicalLocation>
  <shelfLocator>624.131.37 FEB p</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">0000021994</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library (Rak 4)</sublocation>
    <shelfLocator>624.131.37 FEB p</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>WhatsApp_Image_2026-03-04_at_10.21.08.jpeg.jpeg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>21692</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-08-10 10:49:15</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-03-04 10:21:25</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>