<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="21672">
 <titleInfo>
  <title>Penerapan Teknologi Jalan Perkotaan (RHK, Lajur Pejalan Kaki, Lajur Sepeda Motor)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Amelia, Sri</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
  </place>
  <publisher>PUSJATAN</publisher>
  <dateIssued>2016</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xi+40p.: lamp.: Illus.; 20,5 x 29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <relatedItem type="series">
  <titleInfo/>
  <title>Laporan Akhir</title>
 </relatedItem>
 <note>Peningkatan mobilitas di kawasan perkotaan menuntut adanya pengelolaan lalu lintas yang lebih efektif, aman, dan berkelanjutan. Penerapan teknologi jalan perkotaan seperti Ruang Henti Khusus (RHK), lajur pejalan kaki, dan lajur sepeda motor merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan ketertiban serta keselamatan pengguna jalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas implementasi ketiga fasilitas tersebut dalam mengurangi konflik lalu lintas dan meningkatkan kenyamanan pengguna jalan.&#13;
&#13;
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, studi literatur, serta analisis kebijakan transportasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan RHK mampu mengurangi pelanggaran garis henti dan meningkatkan visibilitas pengendara sepeda motor di persimpangan. Lajur pejalan kaki terbukti meningkatkan keselamatan serta aksesibilitas bagi pejalan kaki, sementara lajur sepeda motor dapat mengurangi interaksi berbahaya antara kendaraan roda dua dan roda empat.&#13;
&#13;
Namun demikian, efektivitas penerapan teknologi ini masih dipengaruhi oleh tingkat kepatuhan pengguna jalan, kualitas infrastruktur, serta pengawasan dari pihak berwenang. Oleh karena itu, diperlukan integrasi antara perencanaan infrastruktur, edukasi masyarakat, dan penegakan hukum guna mencapai sistem transportasi perkotaan yang lebih tertib dan berkelanjutan.&#13;
&#13;
LOKASI: Rak Pneleitian 1&#13;
TLL: 239</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>TECHNOLOGY</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>URBAN ROAD</topic>
 </subject>
 <classification>R 625.712(047.31)</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan Direktorat Jenderal Bina Marga - Kementerian Pekerjaan Umum (NPP: 3273244A00000001)</physicalLocation>
  <shelfLocator>R 625.712(047.31) AME p</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">0000021821</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library (Rak Penelitian 1)</sublocation>
    <shelfLocator>R 625.712 (047.31) AME p</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>21672</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-08-09 13:50:59</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-28 10:52:55</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>