<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="21542">
 <titleInfo>
  <title>Penyediaan Fasilitas Pejalan Kaki Menuju Kota Hijau</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Tanan, Natalia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
  </place>
  <publisher>PUSJATAN</publisher>
  <dateIssued>2016</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>x+42.: lamp.: Illus.; 21 x 30 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <relatedItem type="series">
  <titleInfo/>
  <title>Laporan Akhir</title>
 </relatedItem>
 <note>Penyediaan fasilitas pejalan kaki merupakan salah satu elemen kunci dalam mewujudkan konsep kota hijau yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran, kebutuhan, serta kualitas infrastruktur pejalan kaki dalam mendukung mobilitas ramah lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat perkotaan. Metode yang digunakan meliputi studi literatur, observasi lapangan, serta analisis kebijakan terkait transportasi dan tata ruang kota.&#13;
&#13;
Hasil kajian menunjukkan bahwa ketersediaan trotoar yang aman, nyaman, dan terintegrasi dengan moda transportasi lain dapat mendorong masyarakat beralih dari kendaraan bermotor ke berjalan kaki. Hal ini berkontribusi pada penurunan emisi karbon, pengurangan kemacetan, serta peningkatan kesehatan publik. Namun, masih ditemukan berbagai kendala seperti kurangnya standar desain, minimnya pemeliharaan, serta penggunaan ruang pejalan kaki yang tidak semestinya.&#13;
&#13;
Oleh karena itu, diperlukan perencanaan yang komprehensif, kebijakan yang berpihak pada pejalan kaki, serta partisipasi masyarakat dalam pengelolaan ruang publik. Penyediaan fasilitas pejalan kaki yang berkualitas diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam mewujudkan kota hijau yang inklusif, aman, dan berkelanjutan.&#13;
&#13;
LOKASI: Rak Penelitian 1 &#13;
TLL: 224</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>PEDESTRIAN FACILITIES</topic>
 </subject>
 <classification>R 625.713.34(047.31)</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan Direktorat Jenderal Bina Marga - Kementerian Pekerjaan Umum (NPP: 3273244A00000001)</physicalLocation>
  <shelfLocator>R 625.713.34(047.31) TAN p</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">0000021784</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library (Rak Penelitian 1)</sublocation>
    <shelfLocator>R 625.713.34 (047.31) TAN p</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>21542</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-08-04 05:52:53</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-05-05 10:20:48</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>