<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="20962">
 <titleInfo>
  <title>Perkerasan Jalan Beton Semen Menerus Dengan Tulangan (Continous Reinforced Concrete Pavement, CRCP)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dachlan, A. Tatang</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
  </place>
  <publisher>PUSJATAN</publisher>
  <dateIssued>2016</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>44-61,p</extent>
 </physicalDescription>
 <relatedItem type="series">
  <titleInfo/>
  <title>PROSIDING PEKAN INOVASI SAINS DAN TEKNOLOGI</title>
 </relatedItem>
 <note>Telah diakui bahwa sumber kelemahan struktur perkerasan beton semen konvensional jenis perkerasan Beton-semen Bersambung Tanpa Tulangan (BBTT) atau Jointed Plain Concrete Pavement (JPCP) serta Beton-semen Bersambung Dengan Tulangan (BBDT) atau Jointed Reinforced Concrete Pavement (JRCP), terletak pada sambungan melintang (Transverse Joinst), baik menggunakan dowel atau tanpa dowel. Jarak sambungan JPCP dan JRCP masing-masing dirancang maksimum 5 m dan 15 m. Bentuk kerusakan antara lain terjadinya retak, faulting, pumping, dan spalling pada sambungan antar pelat beton sehingga perlu pemeliharaan terus menerus dan mempengaruhi kenyamanan berkendara. Jarak sambungan yang realtif terbatas tersebut, akan terasa efek bising pada saat kendaraan saat kendaraan melaju karena ban kendaraan melewati sambungan. Hasil monitoring JPCP di beberapa tempat dan JRCP di tol Tangerang-Merak menunjukan masalah retak refleksi pada sambungan tersebut. Pada perkerasan Beton-semen Menerus Dengan Tulangan (BMDT), atau Countinous Reinforced Concrete Pavement (CRCP) yang telah dilapis perkerasan berapal panas menunjukan permukaan yang masih baik dan tidak menunjukan masalah retak refleksi setelah perkearsan berumur empat tahun. Disajikan pula contoh perhitungan untuk menentukan dimensi dan jumlah baja tulangan CRCP yang memenuhi semua kriteria parameter perancangan, dan analisis harga satuan pekerjaan (AHSP), serta hal-hal yang umum dihadapi berikut saran-saran pada pelaksanaan CRCP di lapangan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>RIGID PAVEMENT</topic>
 </subject>
 <classification>625.7 (063)</classification>
 <identifier type="isbn">9786022640561</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan Direktorat Jenderal Bina Marga - Kementerian Pekerjaan Umum (NPP: 3273244A00000001)</physicalLocation>
  <shelfLocator>625.7 (063)</shelfLocator>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>20962</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-02-01 08:54:46</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-02-01 08:55:46</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>