<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="20959">
 <titleInfo>
  <title>Teknologi Gussasphalt Asbuton Sebagai Lapis Perkerasan Beraspal Di Atas Dek Baja Jembatan</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hermadi, Madi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
  </place>
  <publisher>PUSJATAN</publisher>
  <dateIssued>2016</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>30-43,p</extent>
 </physicalDescription>
 <relatedItem type="series">
  <titleInfo/>
  <title>PROSIDING PEKAN INOVASI SAINS DAN TEKNOLOGI</title>
 </relatedItem>
 <note>Inovasi lantai jembatan terkini adalah digunakannya lantai baja jembatan orthotropic sebagai alternatif penggantilantai beton/slab. Lantai baja orthotropic mempunyai keunggulan instalasi lebih mudah dan cepat karena bahan merupakan hasil fabrikasi, kontrol mutu pelaksanaan lebih terjamin, sifatnya lebih daktail dan lebih ringan 45% di banding lantai slab beton. Namun salah satu kelemahannya adalah diperlukannya lapis permukaan, berupa perkerasan beraspal yang didesain khusus, yaitu yang cukup flexible, kedap dan melekat kuat pada baja. Sampai saat ini di Indonesia belum ada teknologi perkerasan jalan tersebut padahal kedepan akan sangat diperlukan, termasuk untuk mengantisipasi kemungkinan di laksanakannya pembangunan jembatan selat sunda yang menghubungkan pulau Jawa dengan pulau Sumatra. Di Jepang perkearsan jalan tersebut yang berhasil di aplikasikan adalah GUSSASPHALT dengan bahan tambah TLA (Trinidad Lake Asphalt). Dengan merujuk pada keberhasilan tersebut maka pada tahun 2014, Pusjatan-Indonesia dan PWRI-Jepang telah melakukan kerjasama penelitian  mengenai pengembangan teknologi Gussasphalt yang menggunakan asbuton. Berdasarkan hasil kajian, untuk penerapan di Indonesia aspal yang digunakan perlu dimodifikasi dari aspal pen 60 menjadi aspal pen 40 terlebih dahulu kemudian baru dilakukan substitusi 100% TLA dengan asbuton. Selain itu mengingat penghamparan harus dalam keadaan sangat panas tanpa proses pemadatan maka perlu juga dikembangkan alat pencampur khusus. Modifikasi aspal telah dilakukan dengan penambahan bahan lokal yang selanjutnya dengan kandungan 20% bitumen asbuton, aspal tersebut digunakan sebagai bahan pengikat pada campuran Gussasphalt. Hasil kajian di laboratorium menunjukan kinerja (Workability, daya lekat, ketahanan rutting dan kekedapan) yang setara dengan campuran Gussasphalt yang menggunakan 25% TLA. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa asbuton Gussasphalt sangat potensial untuk diaplikasikan sebagai lapis perkerasan jalan di atas dek jembatan dengna syarat preparasi dek baja jembatan dilakukan sesuai persyaratan. Selain itu telah dikembangkan pula model alat pencampur khusus asbuton Gussasphalt.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>GUSSASPHALT</topic>
 </subject>
 <classification>625.7 (063)</classification>
 <identifier type="isbn">9786022641551</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan Direktorat Jenderal Bina Marga - Kementerian Pekerjaan Umum (NPP: 3273244A00000001)</physicalLocation>
  <shelfLocator>625.7 (063)</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">0000021464</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library</sublocation>
    <shelfLocator>625.7 (063)</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>20959</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-01-26 10:30:24</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-01-26 10:40:13</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>