<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="20619">
 <titleInfo>
  <title>Perilaku Cabut Geogrid Dalam Tanah Merah Berdasarkan Analisis Pengujian Laboratorium Dan Metoda Elemen Hingga</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Taufik Rakhman</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
  </place>
  <publisher>PUSJATAN</publisher>
  <dateIssued>2014</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>60-73p</extent>
 </physicalDescription>
 <relatedItem type="series">
  <titleInfo/>
  <title>Jurnal Jalan-Jembatan Vol 31 No. 2 Agustus 2014</title>
 </relatedItem>
 <note>Beberapa pedoman perencanaan dinding penahan tanah dengan perkuatan goegrid menstyaratkan penggunaan bahan berbutir dengan kandungan butir halus kuran dari 15%. Di Indonesia, tanah merah dengan kandungan butir halus yang tinggi mulai digunakan sebagai pengganti bahan berbutir karena mempunyai sifat teknis yang baik. Akan tetapi, tercatat adanya dinding tanah yang tidak memberika kinerja sesuai dengan persyaratan. Hal ini merupakan indikasi perlunya pemahaman perilaku interaksi antara tanah butir halus dengan geogrid. Oleh karena itu, salah satu mekanisme interaksi tanah dan geogrid, yaitu perilaku cabut. Dibahas dalam tulisan ini. Pengujian cabut di laboratorium dilakukan dengan variasi jenis geogrid. Hasil pengujian cabut digunakan untuk mengembangkan model dengan metode elemen hingga untuk menambah pemahaman terhadap interaksi kedua material tersebut. Dari hasil analisa, akibat dari sifat geogrid yang dapat memanjang (Extensible), respon geogrid ketika menerima beban cabut tidak seragam. Selain itu, perilaku cabut geogrid tidak hanya dipengaruhi oleh kekakuan goegrid, tetapi juga oleh konfigurasi geometri goegrid. Hasil analisis dengan metode elemen hingga memberikan ganbaran pentingnya sistem drainase untuk mendisipasi tegangan air pori ekses jika tanah butir halus digumnakan dalam dinding penahan tanah dengan perkuatan geogrid.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>RED CLAY</topic>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn">19070284</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan Direktorat Jenderal Bina Marga - Kementerian Pekerjaan Umum (NPP: 3273244A00000001)</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>20619</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-07-20 11:15:30</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-07-20 11:15:30</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>