<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="2051">
 <titleInfo>
  <title>Penelitian pengaruh tekstur permukaan jalan terhadap koefisen gesek</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Djawad,  Burdan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>PUSTRAN</publisher>
  <dateIssued>1999</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Game</form>
  <extent>48 hal.; gamb.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Dalam upaya mengurangi jumlah kecelakaan Puslibang Jalan telah melaksanakan penelitian mengenai koefisien gesek dari beberapa jenis permukaan jalan dengan maksud untuk mendapatkan nilai batas ambang kekesatan permukaan jalan yang cukup aman. Sehubungan dengan model kedalaman tekstur (TD) dan kekesatan (SFC) sudah dikembangkan oleh HDM-4, maka kalibrasi model tersebut perlu dilakukan untuk kondisi Indonesia. Hasil kalibrasi untuk kedalaman tekstur (TD) 14 kali untuk perkerasan tipe AC konvensional dan 16 kali untuk perkerasan tipe SMA (secara langsung) dan untuk kedalaman tekstur (TD) 14 kali untuk perkerasan tipe AC konvensional dan 8 kali untuk perkerasan tipe SMA (secara segmen). Sedangkan nilai kekesatan (SFC) 0,73 kali untuk perkerasan tipe AC konvensional dan 0,033 kali untuk perkerasan tipe SMA. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain jenis batuan yang ada di Indonesia secara geologis lebih muda daripada batuan yang digunakan oleh HDM-4 yang didukung oleh nilai PSV batuan yang diuji di Indonesia maksimum 45 sedangkan HDM-4 maksimum 71. Dari kondisi tersebut dapat dikatakan batuan di Indonesia lebih mudah mengalami keausan. &#13;
(TJ 131)</note>
 <subject authority="">
  <topic>ROAD SURFACE</topic>
 </subject>
 <classification>625.032.32(047.31)</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan Direktorat Jenderal Bina Marga - Kementerian Pekerjaan Umum (NPP: 3273244A00000001)</physicalLocation>
  <shelfLocator>625.032.32(047.31) Dja p</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">0000002078</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library</sublocation>
    <shelfLocator>625.032.32(047.31) Dja p</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>2051</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf"></recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf"></recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>