<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="2031">
 <titleInfo>
  <title>Pengkajian kinerja perkerasan lentur untuk lalu lintas berat</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Mahmud,  Salim</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>PUSTRAN</publisher>
  <dateIssued>1998</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Game</form>
  <extent>6-4; lamp.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Dari hasil penelitian diketahui bahwa kejadian alur dan retak umumnya bukan kerusakan struktural, dimana alur yang  terjadi sering kali disertai dengan kelelhan plastis sehingga dari kejadian alur tersebut sulit memisahkan besarnya alur akibat deformasi tanah dasar. Pengamatan contoh inti yang diambil dari bagian-bagian perkerasan yang mengalami retak menunjukkan bahwa hampir seluruh kejadian retak dimulai bukan dari dasar lapisan beraspal, tetapi dimulai dari lapis permukaan. Kejadian retak ini tidak sesuai dengan pendekatan yang diikuti dimana retak dimulai dari bagian bawah lapis beraspal. Sampai dengan thap ini, analisis yang telah dilakukan ditujukan untuk mengembangkan hubungan antara regangan dengan lalu lintas yang memenuhi kriteria deformasi sebesar 15 mm. Dibandingkan dengan hubungan yang tercantum dalam Road Note LR 1132, hasil yang diperoleh adalah tidak jauh berbeda, meskipun agak sedikit konservatif (untuk regangan yang sama memberikan jumlah lalu lintas yang sedikit lebih kecil.  Untuk membuat hubungan antara regangan pada dasar lapis beraspal dengan lalu lintas yang memenuhi kriteria retak, diperlukan titik-titik pengamatan yang menunjukkan saat mulai terjadinya retak yang berbeda. Oleh karena itu, maka pengembangan ini memerlukan waktu yang relatif panjang, yaitu agar bisa diperoleh beberapa sampel titik yang mempunyai jumlah kumulatif lalu lintas yang berbeda  (TJ: 121 / TJ: 128)</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>FLEXIBLE PAVEMENT</topic>
 </subject>
 <classification>625.021(047.31)</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan Direktorat Jenderal Bina Marga - Kementerian Pekerjaan Umum (NPP: 3273244A00000001)</physicalLocation>
  <shelfLocator>625.021(047.31) Mah p</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">0000002079</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library</sublocation>
    <shelfLocator>625.021(047.31) Mah p</shelfLocator>
   </copyInformation>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">0000002058</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library</sublocation>
    <shelfLocator>625.021(047.31) Mah p</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>2031</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf"></recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-12-29 14:43:39</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>