<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="20011">
 <titleInfo>
  <title>EVALUASI ALIH TEKNOLOGI OTTA SEAL DI DESA CIBEDUG KABUPATEN BOGOR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Asjhari, Ahsan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>PUSJATAN</publisher>
  <dateIssued>2014</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Computer Software</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <relatedItem type="series">
  <titleInfo/>
  <title>Kolokium Jalan Dan Jembatan 2014: Pengembangan Teknologi Jalan Dan Jembatan Yang Aplikatif Dan Ramah Lingkungan Untuk Mendukung Koektivitas Nasional</title>
 </relatedItem>
 <note>Otta seal merupakan teknologi perkerasan jalan yang berupa lapisan aspal tipis yang terdiri dari kerikil bergradasi atau agregat pecahan yang berisi semua ukuran dan aspal gradasi potongan atau penetrasi lunak. Penerapan otta seal merupakan perkerasan sederhana karena kemudahan dalam memanfaatkan bahan-bahan lokal terutama batu dan kerikil sebagai bahan dasar agregat.Teknologi ini telah diujiterapkan di Desa Cibedug, Kabupaten Bogor pada tahun 2011 dengan disertai proses alih teknologi secara partisipatif kepada masyarakat setempat. Namun untuk mengetahui seberapa efektif alih teknologi yang terjadi, maka perlu dilakukan evaluasi. Untuk mengetahui tingkat efektivitas, tulisan ini menggunakan analisis persepsi masyarakat dengan skala likert. Terdapat 2 variabel yang dipilih yaitu variabel pemahaman teknologi dan variabel keberlanjutan operasional dan pemeliharaan jalan.Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa efektivitas alih teknologi otta seal berdasarkan persepsi masyarakat masuk dalam level sedang. Sementara jika dilihat untuk masing-masing variabel, efektivitasnya juga masuk level sedang baik untuk variabel pemahaman teknologi maupun untuk variabel keberlanjutan operasional dan pemeliharaan jalan. Ini artinya perlu ada penyegaran kembali kepada masyarakat Desa Cibedug.</note>
 <subject authority="">
  <topic>OTTA SEAL</topic>
 </subject>
 <classification>625.7(063)</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan Direktorat Jenderal Bina Marga - Kementerian Pekerjaan Umum (NPP: 3273244A00000001)</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">0000020734</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library</sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>20011</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf"></recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf"></recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>