<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="19996">
 <titleInfo>
  <title>KINERJA ALAT SAMBUNG PASAK BAMBU PADA BALOK JEMBATAN PEJALAN KAKI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muchtar</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sumarna, Tatang</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>PUSJATAN</publisher>
  <dateIssued>2014</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">en</languageTerm>
  <languageTerm type="text">English</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Computer Software</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <relatedItem type="series">
  <titleInfo/>
  <title>Kolokium Jalan Dan Jembatan 2014: Pengembangan Teknologi Jalan Dan Jembatan Yang Aplikatif Dan Ramah Lingkungan Untuk Mendukung Koektivitas Nasional</title>
 </relatedItem>
 <note>Sambungan merupakan titik kritis dalam suatu konstruksi. Salah satu faktor yang mempengaruhi kekuatan suatu sambungan adalah alat sambung yang digunakan. Sambungan kayu pasak penampang bulat dan persegi diuji sebagai alat sambung pada 540 benda uji yang dikombinasikan dengan penggunaan paku, lem, dan pelat buhul. Kayu borneo dengan pasak dari material bambu akan menjadi material dari spesimen. Seluruh benda uji mempunyai penampang persegi (40 mm x 60 mm dan 40 mm x 80 mm) dengan panjang 300 - 400 mm yang disambung  pada bagian tengahnya. Pengujian tarik dan lentur dilakukan terhadap 16 jenis kombinasi sambungan dimana masing-masing pengujian dilakukan sebanyak 3 sampel. Untuk sambungan pasak yang dikombinasikan dengan lem terjadi peningkatan kekuatan sambungan hingga 3 sampai 5 kali kekuatan sambungan pasak saja, namun keruntuhan sambungan merupakan keruntuhan getas dan mendadak. Untuk sambungan pasak yang ditambah dengan paku hanya terjadi sedikit peningkatan kekuatan, bahkan menimbulkan perlemahan pada kayunya. Dalam hal ini terjadi runtuh pada bagian paku, sehingga untuk sambungan yang menggunakan paku tidak disarankan.</note>
 <subject authority="">
  <topic>PEDESTRIAN BRIDGE</topic>
 </subject>
 <classification>625.7(063)</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan Direktorat Jenderal Bina Marga - Kementerian Pekerjaan Umum (NPP: 3273244A00000001)</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">0000020719</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library</sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>19996</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf"></recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf"></recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>