<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="19991">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS SENSITIVITAS PENGARUH BENTUK PENAMPANG TERHADAP STABILITAS GALIAN TEROWONGAN MENGGUNAKAN METODE BEDA HINGGA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Aldiamar, Fahmi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>PUSJATAN</publisher>
  <dateIssued>2014</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">en</languageTerm>
  <languageTerm type="text">English</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Computer Software</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <relatedItem type="series">
  <titleInfo/>
  <title>Kolokium Jalan Dan Jembatan 2014: Pengembangan Teknologi Jalan Dan Jembatan Yang Aplikatif Dan Ramah Lingkungan Untuk Mendukung Koektivitas Nasional</title>
 </relatedItem>
 <note>Kondisi morfologi Indonesia, terutama di wilayah antar kota umumnya berada pada kondisi pebukitan atau pegunungan. Pembangunan jalan pada daerah tersebut umumnya mengikuti topografi pebukitan dan pegunungan yang mengakibatkan tidak terpenuhinya kenyamanan dan waktu tempuh ideal yang diharapkan. Pembangunan terowongan sebagai pengembangan teknologi jalan yang aplikatif dan ramah lingkungan merupakan salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Berdasarkan FHWA (2009), terdapat 3 (tiga) bentuk utama untuk terowongan jalan, yaitu lingkaran, persegi, dan tapal kuda atau curvilinear. Selain itu, terowongan penampang berbentuk tapal kuda  dengan menggunakan pelengkung pada bagian dasar terowongan umum digunakan pada standar spesifikasi untuk terowongan pegunungan yang diterbitkan oleh JSCE (2007). Bentuk terowongan sebagian besar tergantung pada metode penggalian yang digunakan untuk membangun terowongan dan kondisi tanah/batuan yang dilewatinya. Untuk mengetahui pengaruh bentuk penampang terhadap stabilitas dan penurunan permukaan saat dilakukan pemodelan penggalian terowongan pada material lempung keras homogen, maka dilakukan analisa sesitivitas dengan bantuan piranti lunak menggunakan metode beda hingga. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bentuk penampang lingkaran lebih baik dalam mendistribusikan tegangan ke sisi terowongan. Deformasi terbesar pada penampang lingkaran terjadi pada bagian atap, sedangkan pengangkatan pada lantai terowongan terjadi Â± 70-100% dari deformasi atap.</note>
 <subject authority="">
  <topic>TUNNELS</topic>
 </subject>
 <classification>625.7(063)</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan Direktorat Jenderal Bina Marga - Kementerian Pekerjaan Umum (NPP: 3273244A00000001)</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">0000020714</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library</sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>19991</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf"></recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf"></recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>