<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1881">
 <titleInfo>
  <title>Percobaan lapangan campuran aspal karet (parutan ban bekas) di jalan percobaan skala penuh Cileunyi (seksi 50-55)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Iriansyah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>PUSTRAN</publisher>
  <dateIssued>1992</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Game</form>
  <extent>52 hal.; tabel</extent>
 </physicalDescription>
 <note>TJ 058&#13;
Pencampuran aspal dengan karet menggunakan alat pencampur dengan putaran mesin 350 rpm dan diaduk selama 20 menit dapat menghasilkan aspal karet yang cukup homogen. Tetapi kalau menggunakan alat pencampur manual belum dapat menjamin kadar aspal yang sesuai dengan rencana. Suhu campuran rata-rata hasil produksi alat pencampur (AMP) mencapai 155Â°C. Gradasi agregat dan kadar aspal dari contoh yang di ambil di AMP telah mendekati gradasi dan kadar aspal rencana. Stabilitas campuran aspal karet menunjukkan lebih tinggi dari stabilitas campuran  dengan aspal biasa. Secara umum karakteristik campuran dengan aspal karet lebih baik dibanding dengan campuran menggunakan aspal biasa. Suhu campuran pada saat dihampar umumnya 150Â°C. Pemadatan awal dilaksanakan pada saat suhu hamparan mencapai 140Â°C, hasil pemadatan secara visual cukup baik. Kepadatan lapangan mencapai 99% kepadatan laboratorium. Hasil pemeriksaan kerataan, kelicinan dan kedalaman tekstur dari permukaan hamparan, menunjukkan masih memenuhi persyaratan.</note>
 <subject authority="">
  <topic>RUBBERIZED PAVEMENT</topic>
 </subject>
 <classification>625.878(047.31)</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan Direktorat Jenderal Bina Marga - Kementerian Pekerjaan Umum (NPP: 3273244A00000001)</physicalLocation>
  <shelfLocator>625.878 Iri p</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">0000001907</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library (Rak Penelitian, 1)</sublocation>
    <shelfLocator>625.878 Iri p</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>1881</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf"></recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf"></recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>