<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="17773">
 <titleInfo>
  <title>Kajian dan monitoring hasil uji coba skala penuh teknologi cakar ayam modifikasi</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Daud,  Suhaimi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Puslitbang Jalan dan Jembatan</publisher>
  <dateIssued>2008</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Game</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Uji coba skala penuh teknologi Cakar Ayam Modifikasi (Cakmod) pada daerah tanah lunak yang sangat tebal di Pantura Km 25+ s.d 26+ terdiri dari dua tipe. Hasil monitoring menunjukkan: 1) Setelah 13 bulan, Tipe 1 cakmod dengan lapisan permukaan slab beton yang ditambah lapis aspal secara visual menunjukkan kinerja yang masih baik belum tampak retak refleksi, sedangkan hasil core telah terjadi retak halus pada keseluruhan slab. 2) Untuk tipe II dimana lapisan permukaan slab beton tidak dilapis aspal, setelah 12 bulan terjadi retakan pada permukaan slab beton yang pada umumnya arah melintang jalan berupa retak rambut, retak halus, retak medium dan sebagian kecil telah berkembang menjadi retak buaya. Lokasi keretakan slab beton terjadi di daerah sambungan, di tumpuan maupun diantara pipa cakar ayam. Retak memanjang lebih sedikit dibandingkan dengan retak melintang. 3) Pemantauan inklinometer masih menunjukkan gerakan lateral di bawah cakar ayam masih dalam batas toleransi. 4) Tegangan air pori yang terjadi relatif datar belum terjadi fluktuasi ekses tegangan pori. Masih diperlukan penelitian yang intensif penggunaan cakmod sebagai fondasi sebagai pendukung konstruksi dalam pembangunan jalan baru maupun untuk penanganan kerusakan jalan di atas tanah lunak atau perkerasan yang mengalami overload.</note>
 <subject authority="">
  <topic>FOUNDATION</topic>
 </subject>
 <classification>624.13(047.31)</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan Direktorat Jenderal Bina Marga - Kementerian Pekerjaan Umum (NPP: 3273244A00000001)</physicalLocation>
  <shelfLocator>624.13(047.31) Dau k</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">0000018381</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library</sublocation>
    <shelfLocator>624.13(047.31) Dau k</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>17773</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf"></recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf"></recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>