<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="17718">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Kurniadji</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
  </place>
  <publisher>Puslitbang Jalan dan Jembatan</publisher>
  <dateIssued>2008</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xiii+71p.: Illus.; 21 x 29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tujuan dari kegiatan ini adalah memperoleh teknologi tepat guna untuk menghasilkan asbuton murni yang memenuhi persyaratan dengan sasaran memperoleh jenis bahan pelarut yang potensial untuk proses ekstraksi asbuton. Untuk memperoleh bitumen asbuton dapat digunakan bahan pelarut organik antara lain: Tetra hidro furan, terpentin dan trichlor ethylen, dengan proses ekstraksi pada temperatur cukup tinggi, namum bitumen asbuton hasil ekstraksi tidak  memenuhi persyaratan pada spesidikasi, dengan penggabungan 20% bitumen asbuton hasil ekstraksi bahan pelarut terpentin dengan 80% aspal keras, persyaratan dapat terpenuhi. Dengan penggabungan tersebut juga dapat meningkatkan kemampuan aspal keras terhadap deformasi plastis akibat temperatur tinggi, yang ditunjukkan dengan meningkatnya nilai indeks penetrasi dari -0,52 menjadi 0,09. Disamping itu bitumen hasil ekstraksi terpentin meningkatkan kemampuan karakter aspal keras yang diperlihatkan dengan meningkatnya temperatur tertinggi pada campuran beraspal terhadap alur/deformasi, dari 60,1Â° menjadi 74,3Â°C, pada perbandingan 20% bitumen asbuton dan 80% aspal keras.&#13;
&#13;
LOKASI: Rak Penelitian 1&#13;
TJ: 297</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ASBUTON</topic>
 </subject>
 <classification>625.7(047.31)</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan Direktorat Jenderal Bina Marga - Kementerian Pekerjaan Umum (NPP: 3273244A00000001)</physicalLocation>
  <shelfLocator>625.7(047.31) KUR k</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">0000018303</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library</sublocation>
    <shelfLocator>625.7(047.31) Kur k</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>17718</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf"></recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-09-23 14:08:21</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>