PELAKSANAAN INPRES JALAN DAERAH PENINGKATAN KONEKTIVITAS JALAN DAERAH DI JAWA BARAT
- 11 Feb 2026
- Artikel/Artikel
- 486 viewed
LAPORAN PROYEK
Oleh: Risma Hermawati & Rully Nurjaya
Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan 
Jalan dan Jembatan merupakan urat nadi konektivitas satu daerah dengan daerah yang lainnya sehingga aliran distribusi barang maupun jasa akan berjalan dengan lancar. Sesuai dengan arahan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono terkait Instruksi Presiden No. 3 Tahun 2023 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah mengungkapkan “Pelaksanaan dari Inpres Jalan Daerah (IJD) bertujuan untuk meningkatkan kemantapan jalan daerah di seluruh Indonesia”. Inpres tersebut ditandatangani Presiden pada tanggal 16 Maret 2023. Kementerian PUPR, melalui Direktorat Jenderal Bina Marga yang bermoto “Sigap Membangun Negeri”, terus giat menjalankan Inpres Jalan Daerah di seluruh Indonesia. Di bawah arahan Dirjen Bina Marga Hedy Rahadian, seluruh jajaran khususnya di lingkungan Ditjen Bina Marga untuk dapat mempercepat konektivitas jalan daerah serta menampung semua aspirasi masyarakat mengenai keberadaan jalan dan jembatan di seluruh Indonesia. Pembangunan Jalan Daerah tidak hanya meningkatkan keandalan infrastruktur, namun juga mendukung produktivitas kawasan industri, pariwisata, perkebunan, pertanian hingga jaringan Jalan Daerah dan sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN). Sesuai arahan Menteri PUPR, eksekusi pelaksanaanya dilakukan dengan skala prioritas berdasarkan analisis yang terukur. Tim Bineka berkesempatan meninjau langsung Pembangunan Jalan Daerah sesuai Inpres No. 3 Tahun 2023 untuk proyek IJD di Jawa Barat. Peninjauan dipimpin langsung oleh Dirjen Bina Marga Hedy Rahadian, didampingi Direktur Preservasi Wilayah I Nyoman Suaryana, Kepala BBPJN DKI – Jawa Barat, para Kasatker dan PPK terkait, Birkompu PUPR serta wartawan media. Pemantauan dimulai dari ruas jalan Cijelag yang berlokasi di perbatasan antara Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Sumedang sepanjang 11 kilometer, merupakan ruas jalan menuju interchange jalan tol Ujung Jaya, titik pertemuan antara jalan tol Cipali dan jalan tol Cileunyi – Sumedang - Dawuan (Cisumdawu). Pelaksanaan pembangunan ruas jalan itu menggunakan dua teknologi yaitu jalan beton semen dan jalan beton aspal, disesuaikan dengan kondisi dan kestabilan tanah pada ruas jalan tersebut. Pada ruas jalan ini dilakukan rekonstruksi jalan dengan perkuatan pondasi jalan menggunakan teknologi inovatif “Geogrid”. Teknologi ini menghadirkan material kuat yang ditempatkan di bawah lapisan jalan untuk memperkuat struktur jalan secara keseluruhan. Dengan demikian, pondasi jalan diperkuat, risiko retakan berkurang, dan meningkatkan daya tahan terhadap beban lalu lintas. Hal ini menghasilkan jalan yang kokoh, tahan lama, dan memberikan kenyamanan bagi para pengguna jalan.

Perjalanan dilanjutkan ke daerah Paseh Kabupaten Sumedang Jawa Barat. Ruas jalan ini menghubungkan Kabupaten Sumedang Utara dengan interchange Cisumdawu. Preservasi jalan Paseh – Conggeang sepanjang 5.4 kilometer dan Preservasi jalan Conggeang – Buahdua sepanjang 8 kilometer. Perbaikan dilakukan dengan teknologi perkerasan jalan beton aspal, selain itu dilakukan pekerjaan railing pengaman, perkerasan bahu jalan dengan beton, pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU) dan pengecatan marka jalan. Diharapkan, perbaikan ini akan meningkatkan kelancaran distribusi barang (komoditas hasil pertanian, perkebunan, industri, dll) juga mendukung perkembangan industry parawisata salah satunya melalui pemandian air panas Conggeang.

Peninjauan dilanjutkan pada proyek perbaikan rehabilitasi mayor di ruas Jalan Cileunyi – Rancaekek - Nagreg Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Ruas jalan ini merupakan jalan nasional, dan menjadi ruas jalan yang memiliki beban kendaraan dengan jumlah lalu lintas yang tinggi. Kondisi perbaikan rekonstruksi dilakukan dengan menggunakan teknologi perkerasan jalan beton semen sepanjang 1,95 kilometer yang terbagi menjadi beberapa spot penanganan, dengan cara membongkar badan jalan berupa beton dan menggantinya dengan rigid fast track berlangsung selama 3 – 7 hari. Proses pekerjaan pelaksanaan rehabilitasi mayor ruas jalan tersebut dilakukan di bawah pengawasan PPK 4.2 Provinsi Jawa Barat. Jalan nasional ini juga menghubungkan antara Kota Bandung dan Priangan Timur (Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Pangandaran) sampai Jawa Tengah bagian selatan, selain itu, kawasan Rancaekek sendiri merupakan kawasan industri sehingga banyak kendaraan dengan bobot tonase besar yang melintas.




Kunjungan berikutnya adalah meninjau pembangunan ruas jalan antara Kota Tasikmalaya menuju daerah Cibeureum, Tasikmaya. Selain itu, dilokasi tersebut dilakukan peresmian kantor PPK 4.4 Satker PJN Wilayah IV Provinsi Jawa Barat oleh Dirjen Bina Marga Hedy Rahadian. Perbaikan ruas jalan dilakukan dengan menggunakan teknologi perkerasan jalan beton aspal serta dilakukan juga perbaikan terhadap saluran drainase jalan.

Perbaikan ruas jalan di Kabupaten Tasikmalaya bagian selatan, juga mendapat perhatian dari Pemerintah, karena selain dapat memperlancar arus barang (komoditas) juga dapat dipergunakan sebagai jalur alternatif menuju kawasan wisata Pangandaran. Salah satu ruas jalan yang menjadi perhatian di Kawasan tersebut adalah ruas jalan di daerah Salopa bagian selatan Kota Tasikmalaya yang terkoneksi dengan Kecamatan Parigi Pangandaran. Perbaikan sepanjang 4,4 kilometer Tasikmalaya bagian selatan, Bolang – Suniabana pekerjaan rekonstruksi dengan menggunakan konstruksi jalan rigid pavement atau perkerasan beton semen. Jalan beton semen juga dipilih karena perawatan jalan pasca-konstruksi juga lebih mudah.


Dalam perjalanan selanjutnya rombongan bergerak dari Cibeureum Kota Tasikmalaya, melewati Manonjaya – Cimaragas – Banjar – Padaherang– Banjarsari - Kalipucang, diteruskan ke Kota Cilacap. Kondisi badan jalan disepanjang ruas jalan ini relatif besar juga mulus sehingga selain untuk distribusi barang, juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai jalur alternatif menuju industri pariwisata Pangandaran dan Kota Cilacap. Saat peninjauan pada kawasan ini kondisinya masih ada perbaikan di sekitaran kawasan wisata Pantai Ayah di Kota Cilacap. Perbaikan di Kawasan Cilacap – Kebumen sekitar Pantai Ayah masuk dalam program Inpres Jalan Daerah (IJD) BBPJN Jawa Tengah – DIY.

Konektivitas satu daerah dengan daerah lainnya, diharapkan akan memperlancar aliran distribusi barang maupun jasa serta mempermudah akses ke destinasi wisata yang tentu saja akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat serta secara luas menaikkan tingkat pertumbuhan ekonomi nasional.