Bandung, 16 April 2026 – Balai Sistem Jaringan dan Lingkungan Jalan (BSJLJ) melaksanakan kegiatan Kamis Optimis dengan tema “Internalisasi Manajemen Risiko untuk Mewujudkan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM)” yang dilaksanakan di halaman depan/Lobi Gedung Mudjitaba BSJLJ.
Kegiatan ini diawali dengan pembukaan dan arahan oleh Kepala Subbagian Umum dan Tata Usaha, Ir. Budi Cahyono, S.Kom., S.T., M.T. Dalam arahannya disampaikan bahwa penerapan manajemen risiko merupakan bagian penting dalam mendukung tata kelola organisasi yang baik serta menjadi salah satu instrumen dalam pembangunan Zona Integritas menuju WBBM.
Beliau menekankan bahwa setiap pegawai memiliki peran dalam mengidentifikasi dan mengelola risiko di unit kerjanya masing-masing. Dengan pengelolaan risiko yang baik, potensi hambatan dalam pelaksanaan pekerjaan dapat diantisipasi sejak dini sehingga kinerja organisasi tetap berjalan optimal.
Kegiatan ini diikuti oleh pegawai di lingkungan BSJLJ sebagai bagian dari upaya peningkatan pemahaman dan penerapan manajemen risiko dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Pelaksanaan kegiatan di area terbuka halaman depan gedung memberikan suasana yang lebih cair dan komunikatif, sehingga tercipta interaksi yang aktif antara narasumber dan peserta. Konsep kegiatan yang santai namun tetap serius, serta serius namun tetap santai, menjadikan proses pembelajaran lebih efektif tanpa mengurangi substansi materi yang disampaikan.
Sebagai narasumber, Annisa Pratiwi Imran, S.Tr.Ak. dan Katon Wicaksana, S.T. menyampaikan materi terkait konsep dasar risiko dan manajemen risiko. Disampaikan bahwa risiko merupakan kemungkinan terjadinya suatu peristiwa yang dapat memengaruhi pencapaian tujuan organisasi, serta perlu dikelola secara sistematis agar dampaknya dapat diminimalkan.
Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa manajemen risiko merupakan proses terkoordinasi untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mengendalikan risiko guna melindungi nilai organisasi. Pendekatan yang digunakan menekankan pentingnya memahami hubungan antara penyebab, ketidakpastian, dan dampak dalam setiap aktivitas kerja.
Peserta juga diberikan metode sederhana dalam pengelolaan risiko, yaitu dengan mengidentifikasi penyebab masalah, menentukan prioritas, serta menyiapkan langkah mitigasi secara tepat. Selain itu, peserta melakukan praktik langsung identifikasi risiko masing-masing sebagai bagian dari penguatan pemahaman.
Dalam kegiatan ini juga disampaikan berbagai kategori risiko yang dapat terjadi di lingkungan organisasi, antara lain risiko keuangan, reputasi, hukum, layanan, kinerja, hingga risiko korupsi (fraud/integritas).
Ditekankan bahwa manajemen risiko merupakan bagian penting dari tata kelola organisasi dan menjadi tanggung jawab seluruh pegawai, bukan hanya unit tertentu.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui diskusi dan tanya jawab, di mana peserta aktif membahas implementasi manajemen risiko dalam pekerjaan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pegawai dapat meningkatkan kesadaran dan kemampuan dalam mengelola risiko, sehingga dapat mendukung terciptanya organisasi yang profesional, akuntabel, dan berintegritas.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya BSJLJ dalam mendukung pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). (RDYP)