Balai Sistem Jaringan dan Lingkungan Jalan (BSJLJ) terus memperkuat komitmennya dalam pembangunan Zona Integritas menuju predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan penguatan pemahaman dan praktik baik bersama Balai Teknik Air Minum (BTAM), yang telah lebih dahulu berhasil meraih predikat WBBM.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi BSJLJ untuk memperdalam strategi peningkatan kualitas pelayanan, penguatan budaya kerja, serta penyelarasan antara dokumen, inovasi, dan implementasi di lapangan. Dalam forum tersebut, peserta memperoleh berbagai masukan terkait langkah-langkah yang perlu diperkuat untuk melanjutkan tahapan dari Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) menuju WBBM.
Salah satu poin utama yang mengemuka adalah bahwa pembangunan WBBM tidak semata ditentukan oleh banyaknya inovasi, tetapi lebih pada kualitas layanan utama, konsistensi implementasi, dan dampak nyata yang dirasakan masyarakat. Layanan prioritas perlu diidentifikasi secara jelas, diperkuat dengan data dukung, serta dihubungkan dengan isu-isu strategis agar keberadaan balai benar-benar dirasakan manfaatnya.
Selain itu, inovasi juga dipandang tidak harus berjumlah banyak. Inovasi yang baik adalah inovasi yang lahir dari kebutuhan nyata, digunakan secara luas, serta memberikan manfaat yang terukur. Dalam konteks pelayanan publik, pemanfaatan inovasi menjadi hal yang lebih penting dibanding sekadar jumlah inovasi yang dimiliki.
Kegiatan ini juga menekankan pentingnya sinergi seluruh unsur organisasi. Setiap kelompok kerja memiliki peran masing-masing, namun seluruhnya harus bergerak dalam satu irama untuk mendukung tujuan bersama. Seluruh pegawai juga didorong untuk memahami layanan dan produk balai, karena pada dasarnya setiap insan organisasi merupakan bagian dari wajah pelayanan kepada masyarakat.
Selain sesi pemaparan materi, kegiatan ini juga diisi dengan peninjauan langsung ke area kerja dan fasilitas pendukung di lingkungan BTAM. Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh gambaran nyata mengenai upaya BTAM dalam membangun suasana kerja yang nyaman, tertata, dan mendukung penguatan budaya integritas. Penataan lingkungan kerja terlihat dilakukan secara cermat, mulai dari sentuhan dekoratif bernuansa alami, penyediaan media informasi Manajemen Risiko, materi edukasi antigratifikasi, hingga banner layanan dan tata tertib yang tersaji dengan jelas. Peserta juga berkesempatan melihat berbagai fasilitas penunjang serta laboratorium penelitian yang mencerminkan komitmen BTAM dalam menghadirkan layanan yang profesional, informatif, dan berorientasi pada kualitas.
Kehadiran Direktur dari Direktorat Kepatuhan Internal dalam kegiatan tersebut turut memberikan nilai strategis tersendiri. Direktorat Kepatuhan Internal merupakan Tim Penilai Unit Kerja (TPU) yang menjadi tahapan awal dalam proses penilaian WBBM, sebelum dilanjutkan ke Tim Penilai Internal Kementerian Pekerjaan Umum. Kehadiran tersebut memperkuat makna kegiatan sebagai bagian dari pembinaan, penguatan, dan penyamaan persepsi dalam pembangunan Zona Integritas.
Melalui kegiatan ini, BSJLJ memperoleh penguatan bahwa keberhasilan menuju WBBM harus dibangun melalui komitmen, konsistensi, keberlanjutan, pelayanan prima, dan pembuktian kinerja yang nyata. Ke depan, hasil kegiatan ini diharapkan menjadi dorongan bagi seluruh jajaran BSJLJ untuk terus meningkatkan kualitas layanan, memperkuat budaya integritas, dan menghadirkan pelayanan publik yang semakin berdampak bagi masyarakat. (AKB)