Home Logo
BSJLJ Kementerian PU Perkuat Akuntabilitas Publik, Capaian Kinerja Tahun 2025 Tembus 106%

BANDUNG – Balai Sistem Jaringan dan Lingkungan Jalan (BSJLJ) Kementerian Pekerjaan Umum kembali menegaskan komitmennya terhadap transparansi dan tata kelola pemerintahan yang baik (Good Governance). Hal ini tercermin dalam agenda strategis "Kamis Optimis" yang digelar di Ruang Rapat Utama Gedung Mudjitaba pada Kamis (12/02/2026). Kegiatan ini menjadi forum evaluasi menyeluruh bertajuk "Refleksi Kinerja: Penyampaian dan Survei Pemanfaatan Laporan Kinerja TA. 2025".

Kepala Subbagian Umum dan Tata Usaha, Ir. Budi Cahyono, S.Kom., S.T., M.T., yang memimpin jalannya kegiatan, menekankan bahwa penyampaian Laporan Kinerja (Lakin) bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif. "Forum ini adalah bentuk pertanggungjawaban kita kepada publik. Kita mengevaluasi apa yang telah dicapai di tahun 2025 untuk memastikan pelayanan infrastruktur di tahun 2026 berjalan lebih efektif dan tepat sasaran," ujarnya.

Integrasi Perencanaan dan Eksekusi

Dalam sesi pendalaman materi, Ketua Tim Perencanaan, Yans Yuditya Mahendra, S.T., M.T., memaparkan pentingnya implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang terintegrasi. Yans menjelaskan alur kinerja yang dimulai dari Rencana Strategis (Renstra) hingga ke level individu pegawai. Ia menegaskan bahwa setiap sen anggaran negara yang digunakan harus memiliki outcome yang jelas dan terukur bagi masyarakat.

Layanan Teknis dan Kepuasan Publik Meningkat

Puncak acara diisi dengan paparan capaian kinerja oleh Perencana Ahli Muda, Facia Puspa Hazita, S.P.W.K.. Berdasarkan data Laporan Kinerja TA. 2025, BSJLJ berhasil mencatatkan rata-rata capaian kinerja sebesar 106,13%.

Beberapa indikator kunci keberhasilan tersebut meliputi:

  • Pelayanan Teknis Prima: Kinerja pelayanan keteknikan terealisasi 111,46%. Hal ini didukung oleh penyelesaian 311 layanan teknis (advis dan pengujian) serta penerbitan 6 dokumen teknologi jalan dan jembatan.
  • Kepercayaan Publik Tinggi: Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terhadap layanan BSJLJ mencapai angka 95,71%, menandakan respons positif dari mitra kerja dan pengguna layanan.
  • Tata Kelola Efektif: Dukungan manajemen internal, yang mencakup pengelolaan aset negara (BMN) dan layanan kepegawaian, terealisasi sebesar 100,80% dengan penyerapan anggaran mencapai 100%.

 

Diskusi Strategis: Menatap Target 2026

Kegiatan berlangsung dinamis dengan sesi diskusi interaktif yang menyoroti strategi ke depan. Tiga poin utama yang menjadi pembahasan dalam forum ini meliputi:

  1. Siklus Pelaporan: Yans Yuditya Mahendra menyoroti pentingnya sinkronisasi jadwal pelaporan antar-tim agar data capaian dapat termonitor secara real-time.
  2. Strategi Target 2026: Ir. Budi Cahyono menekankan perlunya strategi khusus untuk mempertahankan tren positif ini di tahun 2026, terutama dalam aspek pengelolaan aset dan administrasi kepegawaian.
  3. Dampak Individu: Reyanda Dwi Yatna Putra mengangkat isu relevansi laporan kinerja instansi terhadap pegawai, di mana keberhasilan organisasi akan berdampak langsung pada penilaian kinerja individu (SKP).

Sebagai penutup, Annisa Pratiwi Imran, S.Tr.Ak. memandu pelaksanaan survei pemanfaatan laporan kinerja kepada seluruh peserta. Langkah ini dilakukan untuk menjamin bahwa laporan yang disusun benar-benar digunakan sebagai landasan pengambilan kebijakan di masa mendatang, bukan sekadar dokumen arsip (RDYP)

Harmonic, Adaptive, Dedicated, Excellent

Pencarian