Collection Detail

PENGEMBANGAN TEKNOLOGI ADITIF UNTUK CAMPURAN BERASPAL YANG MENGGUNAKAN RAP DAN ASBUTON


Subject :

Description :

Dari tahun ke tahun pada pembangunan dan pemeliharaan jalan, khususnya untuk perkerasan beraspal, kebutuhan aspal dan agregat selalu meningkat. Untuk memenuhi keperluan tersebut maka untuk aspal selalu mengimpor karena produk dalam negeri memiliki keterbatasan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut di atas, maka perlu kajian untuk pengembangan teknologi campuran beraspal yang menggunakan asbuton yang depositnya cukup banyak sehingga dapat mengurangi terhadap kebutuhan aspal.  Kita sadari bahwa asbuton merupakan aspal alam maka dalam pemanfaatannya perlu diolah terlebih dahulu dan menggunakan aditif sehingga memiliki karakteristik baik yang sesuai dengan kondisi lalu lintas dan lingkungan. Hal ini agar memiliki tingkat kemudahan kerja tinggi sehingga kinerja perkerasannya sesuai yang diharapkan. 
Upaya lainnya yang dipandang dapat mengatasi permasalahan terbatasnya aspal dan mengurangi penggunaan agregat baru adalah khusus untuk pekerjaan pemeliharaan (perbaikan atau rekonstruksi) jalan dengan menggunakan metode cut and fill. Metoda ini merupakan green technology karena memanfaatkan limbah dari perkerasan jalan. Pemanfaatan RAP (Reclaimed Asphalt Pavement) ini dapat mengurangi penggunaan aspal baru sehingga dapat mengefisienkan pemakaian produk dari fraksi minyak bumi. Selain itu dapat menghemat penggunaan agregat baru yang keberadaannya makin lama makin berkurang. Untuk mengoptimalkan penggunaan RAP pada campuran beraspal salah satunya adalah dengan aditif rejuvenator. Rejuvenator merupakan suatu aditif dengan viskositas rendah yang dirancang untuk mengembalikan sifat-sifat aspal pada RAP dan untuk meningkatkan sifat-sifat campuran aspal yang mengandung RAP.


Source :
information not available

Publisher :

Date :
Desember, 2015

Contributor :
Pusjatan

Rights :
information not available

Relation :
information not available

Format :
PDF

Language :
Indonesian

Type :
Text

Identifier :
information not available

Coverage :
Indonesia