BBPJN SUMATERA SELATAN GELAR RAPAT KOORDINASI TRIWULAN KE-I

BBPJN SUMATERA SELATAN GELAR RAPAT KOORDINASI TRIWULAN KE-I

Oleh: Vira Chairun Nissa

Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Selatan menyelenggarakan Rapat Koordinasi Triwulan Ke- I pada tanggal 12 dan 13 April 2022 bertempat di Ballroom Novotel Hotel Palembang. Rapat Koordinasi ini dihadiri oleh pejabat Eselon III, Sub Koordinator dan Ketua Tim, para Kasatker dan diikuti seluruh PPK dan staff dari masing-masing Satker di lingkungan BBPJN Sumatera Selatan. Turut diundang pula para General Superintendent dan Supervision Engineer pada masing-masing paket pekerjaan konstruksi yang ada di lingkungan BBPJN Sumatera Selatan serta perwakilan dari Satker Pengadaan Tanah untuk Pembangunan Jalan Tol Wilayah II Direktorat Jalan Bebas Hambatan.

Acara ini dibuka oleh Kepala BBPJN Sumatera Selatan, Dr. Budiamin, S.T., M.T. yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya menjaga mutu pekerjaan di lapangan. Yang menjadi concern beliau yaitu mengenai kualitas campuran aspal dan pekerjaannya. Terkait tim pemantau AMP (Asphalt Mixing Plant), beliau mengingatkan bahwa Dirjen Bina Marga sendiri telah menginstruksikan agar AMP yang tidak laik beroperasi harus dihentikan kegiatannya. Isu lainnya yang menurut beliau memerlukan perhatian khusus yaitu mengenai pengujian di laboratorium serta penggunaan material pasir dan bahan bakar dalam pengujian. Menurut beliau, beberapa material pasir yang digunakan di Sumatera Selatan tidak cocok untuk digunakan sebagai campuran aspal. Alternatif lain yang dapat digunakan sebagai bahan design mix yaitu abu batu. Selain itu, beliau juga menyampaikan arahan dari Direktorat Bina Teknik bahwa dalam membuat campuran aspal sangat penting menggunakan bahan bakar yang sesuai standar karena dapat mempengaruhi ikatan antara aspal dengan agregat dan membuat agregat mudah lepas sehingga permukaan jalan mudah berlubang. “Kami ingatkan bahwa lebih baik memutus kontrak daripada bermasalah di belakang. Teman-teman PPK harus mengendalikan pekerjaan dengan baik dari awal. Apabila kontraktor/penyedia jasa tidak mengikuti arahan PPK, maka PPK dapat bertindak tegas dengan melakukan pemutusan kontrak.”, tegasnya. 

Isu lain yang menjadi concern utama dalam Rapat Koordinasi kali ini yaitu mengenai persiapan jalur mudik lebaran, khususnya terkait komitmen Presiden RI dan Menteri PUPR ‘jalan nasional zero pothole di H-15’. Kepala BBPJN Sumatera Selatan meminta seluruh jajarannya untuk mengawal permintaan Presiden tersebut. Bagi beliau, mudik lebaran nanti merupakan momen insan PUPR menunjukkan kinerja kepada masyarakat dan dapat langsung dinilai oleh masyarakat sebagai pengguna jalan. Untuk itu, beliau menghimbau para PPK yang kondisi lapangannya masih belum maksimal, untuk segera menindaklanjuti dan menyelesaikan perbaikan di lapangan sehingga H-15 Idul Fitri nanti, jalan nasional di Sumatera Selatan sudah siap melayani pemudik yang akan melintas. Secara spesifik, beliau menyampaikan arahan Menteri PUPR dan Dirjen Bina Marga terkait kesiapan jalur mudik lebaran ini. Rumput yang ada di damija harus dipangkas, memastikan badan jalan bebas genangan air, saluran drainase bersih, serta kondisi median, trotoar dan kerb harus dalam kondisi bersih dari kotoran dan tanaman liar. Para PPK juga diingatkan untuk menyiapkan posko jalur lebaran yang dilengkapi dengan fasilitas toilet bersih dan menugaskan personilnya untuk menjaga posko jalur lebaran tersebut secara bergiliran. Terakhir, beliau menghimbau para PPK bahwa akan ada tim pemantauan jalur lebaran dari pusat dan balai, sehingga seluruh PPK harus memastikan pada H-10 tidak ada lagi pekerjaan yang menggunakan alat yang menghalangi kendaraan pemudik.

Selanjutnya, Kepala BBPJN Sumatera Selatan Budiamin memberikan arahan kepada General Superintendent (GS) dan Supervision Engineer (SE) yang turut hadir dalam acara kali ini agar selalu berkomitmen untuk menjamin kualitas mutu di lapangan. “Antara pihak penyedia jasa baik GS dan SE dan kita sebagai owner harus satu suara sehingga mutu pelaksanaan di lapangan dapat terjaga.”, tukasnya. Misalnya dalam pengiriman agregat, GS dan PPK harus memastikan proses pengiriman agregat berlangsung sesuai spesifikasi yang ada, misalnya dengan memastikan agregat dikirim dalam kondisi tertutup sehingga terhindar dari basah akibat hujan dan lain sebagainya. Hal-hal kecil seperti ini harus tetap diperhatikan sehingga kualitas pekerjaan di lapangan dapat terjaga. Selain itu, beliau juga meminta para GS dan SE untuk  mendidik dan melatih personilnya agar memahami pengujian di laboratorium untuk membentuk tenaga quality control. Pihak balai akan memfasilitasi dengan melakukan pendampingan oleh Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan sehingga setidaknya, dalam 1 paket akan ada 1 atau 2 orang yang memahami quality control. “Hal-hal ini harus menjadi perhatian hadirin sekalian sehingga dapat meningkatkan kualitas pekerjaan kita ke depannya sebagai bentuk concern kita terhadap atensi masyarakat terkait kualitas pekerjaan di Sumatera Selatan. Biatkan pekerjaan ini untuk berbuat baik dan beribadah, sehingga kita akan selalu mengedepankan kualitas dan mutu.”, pesannya.

Setelah pengarahan dari Kepala BBPJN Sumatera Selatan, acara dilanjutkan dengan paparan mengenai tusi dan isu aktual di masing-masing bagian dan bidang oleh para pejabat struktural Esselon III dan para Kasatker yang didampingi oleh PPK di Lingkungan BBPJN Sumatera Selatan, yang juga langsung ditanggapi oleh Bapak Kepala Balai dalam sesi diskusi dan tanya jawab.

Di hari ke-2 Rapat Koordinasi, dibahas progress kegiatan pelaksanaan Tahun Anggaran 2022 oleh masing-masing satuan kerja yang diikuti oleh seluruh PPK melalui pembagian desk yang dipimpin oleh para Kepala Bidang. Hasil pembahasan dari desk tersebut selanjutnya dipaparkan kepada Kepala Balai untuk menentukan rencana tindak lanjutnya.Rapat Koordinasi ini diakhiri dengan pembacaan kesimpulan notulen rapat koordinasi oleh Kepala Bagian Umum dan Tata Usaha BBPJN Sumatera Selatan, Susan Novelia, S.T, M.T. Salah satu arahan dari beliau yaitu agar seluruh pegawai di Lingkungan BBPJN Sumatera Selatan memahami, menjiwai dan melaksanakan core values ASN berAKHLAK sesuai dengan SE Menteri PAN PANRB No. 20 Tahun 2021 tentang Implementasi core values dan employer dan menunjukkan komitmen sebagai pegawai dengan bersikap disiplin mulai dari hal terkecil, misalnya melakukan absensi tepat lokasi dan waktu. Rapat Koordinasi ini secara resmi ditutup Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Selatan, Dr. Budiamin, S.T., M.T.  dengan mengingatkan kembali seluruh pegawai BBPJN Sumatera Selatan untuk selalu mengingat dan mempedomani pesan Menteri PUPR yaitu, 4 Big No’s yaitu No Bribery, No Kick Back, No Gift, and No Luxurious Lifestyle.

BBPJN SUMSEL

Website resmi Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Selatan Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Tinggalkan Balasan