Home Logo

Tiga Langkah Penanganan Darurat Banjir Bandang di Luwu Utara


Jum'at, 17/07/2020 00:00:00 WIB |   Berita/Umum |   699

Masamba - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono pada Kamis (16/7/2020) meninjau lokasi banjir bandang yang melanda Kota Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan untuk melihat upaya penanganan darurat akibat bencana tersebut.

Banjir bandang yang terjadi menutup ruas jalan Bts Kabupaten Luwu – Masamba Km 437+000 sepanjang 750 meter tepatnya di desa Radda Kecamatan Baebunta dan Km. 441+300 sepanjang 400 meter di pusat Kota Masamba. Pembukaan akses jalan dilaksanakan BBPJN Sulsel bersama tim gabungan yang terdiri dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, TNI, Polri, Basarnas dan BPBD Kabupaten Luwu Utara telah berhasil membuka akses Jalan yang sebelumnya sempat sampai kemarin terputus karena banjir disertai lumpur setinggi sekitar 1 hingga 2 meter. "Saat ini ruas jalan Palopo - Masamba yang sudah terbuka tersebut bisa ditempuh dengan waktu sekitar 90 menit," ujar Menteri Basuki.

Untuk membantu pembersihan lumpur pasir, Kementerian PUPR melalui BBPJN Sulsel telah mengerahkan alat berat berupa 10 unit excavator, 2 unit Buldozer, dan 10 unit Dump Truk serta 1 motorgrader ke Desa Radda yang kondisinya paling parah akibat banjir bandang.

Dalam konfrensi pers kepada media Menteri Basuki menegaskan telah menyiapkan tiga langkah untuk membantu penanganan darurat banjir bandang tersebut. "Pertama membuka akses konektivitas Palopo - Masamba secepatnya dengan target waktu dalam tiga hari, khususnya jalan yang masih tergenang dan tertutup lumpur di Kecamatan Masamba. Kedua, membersihkan Kecamatan Masamba dan sekitarnya dari lumpur pasir. Ketiga, untuk penanganan permanen, dilakukan normalisasi sungai dengan pengerukan, perbaikan alur sungai dan pembuatan tanggul sungai dengan struktur permanen," ungkapnya.

Menteri Basuki menginstruksikan agar lumpur pasir yang dibersihkan dari permukiman tersebut dikumpulkan dan dimasukkan ke geobag untuk dimanfaatkan menjadi tanggul sementara di bantaran tiga sungai yaitu sungai Rongkong, sungai Radda dan Sungai Masamba) agar tidak terjadi luapan material dari sungai-sungai tersebut saat terjadi hujan di wilayah hulu.

Setelah kunjungan lapangan dilanjutkan pertemuan yang dilaksanakan di lokasi proyek bendungan Baliase. Untuk membantu penanganan darurat dilokasi yang terdampak bencana  Menteri Basuki menunjuk PT. Brantas Abipraya untuk penanganan darurat di sekitar Sungai Masamba dan PT. Hutama Karya di kawasan terdampak dari Sungai Rongkong dan Sungai Radda, termasuk perbaikan infrastruktur konektivitas jalan dan jembatan.