Pelaksanaan Kegiatan Inspeksi Pengujian Geometrik dan Visual Jembatan Merah Putih

Rabu, 24 November 2021


Tekan ini untuk lihat Gambar

MALUKU -- Jembatan Merah Putih yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, pada bulan Juli tahun 2011 sedang dilakukan inspeksi pengujian geometrik dan visual. Kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan metode penanganan yang tepat untuk pemeliharaan maupun perbaikan kerusakan pada Jembatan Merah Putih, agar jembatan tersebut dalam kondisi optimal sesuai dengan umur jembatan yang direncanakan.

Kegiatan inspeksi ini berupa pengujian geometrik dan visual jembatan dengan menggunakan alat RTK(Real Time Kinematic) dan Drone Lidar. Memudahkan pemasangan reflektor pada perletakan jembatan dibantu dengan menggunakan alat Mobile Bridge Inspection Unit.

Pada 14 September 2021 dilakukan rapat diskusi pra pengujian geometrik dan visual, keesokan harinya dilanjutkan dengan pengecekan titik sebagai penembatan alat RTK. 16 September 2021 dilakukan pemasangan reflektor pada perletakan jembatan. Lalu, 20 September - 23 September 2021 dilakukan pengujian menggunakan alat RTK dan Drone Lidar.

Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan oleh PPK 1.1 Provinsi Maluku sebagai pengelola jembatan dan Balai Jembatan sebagai pihak yang melakukan pemantauan dan evaluasi.

Jembatan Merah Putih yang dibangun pada tahun 2011 sampai dengan tahun 2014 ini adalah jembatan yang terdiri dari struktur utama berupa Cable Stayed dengan gelagar baja  dan struktur pendekat berupa gelagar prestress. Total bentang struktur utama sepanjang 300 meter, bentang struktur pendekat arah galala sepanjang 520 meter dan arah poka sepanjang 320 meter.

Sebagai informasi, Jembatan Merah Putih menghubungkan Desa Rumah Tiga (Poka) di Kecamatan Sirimau pada sisi utara, dan Desa Hative Kecil (Galala) di Kecamatan Teluk Ambon pada sisi selatan. Jembatan ini juga mempercepat waktu tempuh perjalanan antara Bandara Pattimura di Jazirah Lei Hitu, Maluku Tengah di utara, dan pusat Kota Ambon di Jazirah Lei Timur di selatan.

Sebelum ada Jembatan Merah Putih, jarak Bandara Internasional Pattimura ke Kota Ambon yang berkisar 35 kilometer harus ditempuh selama 60 menit dengan memutari Teluk Ambon. Alternatif lain adalah dengan menggunakan kapal penyeberangan (ferry) antara Desa Rumah Tiga (Poka) dan Galala dengan waktu tempuh sekitar 20 menit, belum termasuk waktu antre.


BERITA LAINNYA
...

Menteri Basuki : Membangun Infrastruktur, Mengelola Harapan Masyarakat yang Tinggi

...

Daftar Penerima Penghargaan PUPR Tahun 2018

...

Proyek Asian Games 2018 Kementerian PUPR Mendapatkan Penghargaan Khusus Indonesia Property Award 2018 Kategori Fasilitas Umum

...

Menteri Basuki Dorong REI Terus Tingkatkan Penyediaan Rumah MBR Terjangkau dan Berkualitas

...

Kementerian PUPR Raih Dua Penghargaan Anugerah Media Humas 2018

...

Jalan Tol Diharapkan Mempercepat Pertumbuhan Ekonomi Jawa Barat Bagian Selatan

...

Menteri Basuki : Perlu Terobosan Baru Dalam Mitigasi Bencana di Indonesia

...

Pekerja Konstruksi Wajib Miliki Sertifikat Kompetensi Kerja

...

Menteri Basuki Menerima Penghargaan Tokoh Pembangunan Infrastruktur Indonesia dari Majalah Property & Bank