Home Logo

Kenapa Jalan Cepat Berlubang? Ternyata Air Jadi Salah Satu Biang Keroknya


Jum'at, 20/02/2026 09:30:00 WIB |   Berita/Umum |   2178

Air menjadi salah satu faktor utama penyebab kerusakan jalan beraspal. Meski aspal atau bitumen bersifat hidrofobik atau tidak larut dalam air, struktur perkerasan jalan terdiri dari beberapa lapisan dengan pori-pori kecil yang tetap memungkinkan air masuk. Ketika hujan turun dan sistem drainase tidak berfungsi optimal, air dapat meresap melalui retakan halus, sambungan konstruksi, maupun celah agregat, lalu terperangkap di dalam struktur perkerasan.

Air Masuk ke Dalam Lapisan Aspal

Air yang masuk ke dalam lapisan aspal akan melemahkan struktur dari dalam. Genangan yang tidak segera teralirkan dapat meresap hingga ke lapisan bawah permukaan. Kondisi ini membuat ikatan antar material menjadi tidak stabil dan mempercepat proses degradasi. Kerusakan awal biasanya ditandai dengan retak halus dan permukaan yang mulai terkelupas.

Ikatan Aspal–Agregat Rusak (Stripping)

Air merusak ikatan antara aspal dan agregat atau batu pecah. Aspal berfungsi sebagai perekat antar agregat, namun ketika air masuk, terjadi fenomena yang disebut stripping, yaitu terlepasnya aspal dari permukaan agregat karena air lebih mudah menempel pada batuan. Dampaknya, permukaan jalan menjadi kasar, muncul lubang-lubang kecil, dan dalam waktu singkat berkembang menjadi jalan berlubang (potholes), terutama setelah musim hujan.

Perubahan Suhu + Air = Retak Lebih Cepat

Kombinasi air dan perubahan suhu mempercepat timbulnya retak. Air yang terperangkap di dalam pori-pori dapat mengembang saat suhu turun dan menyusut kembali ketika suhu naik. Siklus ini menimbulkan tekanan dari dalam struktur perkerasan, sehingga retakan menjadi lebih cepat melebar dan kerusakan menyebar ke area yang lebih luas.

Air Melemahkan Tanah Dasar (Subgrade)

Air yang meresap hingga ke lapisan tanah dasar atau subgrade dapat menurunkan daya dukung jalan secara signifikan. Tanah yang jenuh air menjadi lunak dan kehilangan stabilitas, sehingga lapisan aspal di atasnya mudah bergelombang, retak buaya (alligator cracking), bahkan mengalami penurunan atau amblas. Oleh karena itu, pengendalian air melalui sistem drainase yang baik serta penanganan retak sejak dini menjadi langkah krusial untuk menjaga umur layanan dan kemantapan jalan beraspal.

Mengapa Drainase Sangat Penting?

Drainase memegang peran sangat penting dalam menjaga ketahanan jalan beraspal karena kunci utama umur layanan perkerasan terletak pada pengelolaan air yang baik. Sistem saluran drainase yang berfungsi optimal memastikan air hujan segera teralirkan dan tidak menggenang di permukaan jalan. Selain itu, kemiringan melintang jalan atau cross slope yang sesuai standar membantu air mengalir ke sisi jalan dengan cepat. Upaya lain yang tak kalah penting adalah pembersihan saluran secara berkala agar tidak tersumbat sedimen maupun sampah, serta penanganan retak sejak dini agar air tidak memiliki celah untuk meresap ke dalam lapisan perkerasan. Tanpa sistem drainase yang baik, bahkan kualitas aspal terbaik sekalipun tidak akan mampu bertahan lama.

Kesimpulan: Air Bukan Sekadar Genangan

Air memang kerap dianggap sekadar genangan biasa, namun dalam konstruksi jalan, keberadaannya menjadi faktor paling merusak. Air dapat melemahkan ikatan antara aspal dan agregat, memicu terjadinya stripping, mempercepat timbulnya retak dan lubang, serta menurunkan daya dukung tanah dasar ketika meresap hingga ke lapisan subgrade. Oleh karena itu, dalam setiap pekerjaan preservasi maupun pembangunan jalan baru, pengendalian air dan perencanaan sistem drainase yang tepat harus menjadi prioritas utama guna menjaga kemantapan dan keselamatan pengguna jalan.


Back to Top