Home Logo

Pelebaran 5 Jembatan Jalan Trans Kalimantan Handil Bakti


Senin, 11/04/2022 10:00:00 WIB |   Berita/Umum |   736

PENATAAN ruas jalan Trans Kalimantan Handil Bakti Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan (Kalsel), jadi sebuah keniscayaan. Pasalnya, kawasan ini merupakan salah satu wilayah pengembangan Banua, seiring dibangun ulang Jembatan Sungai Alalak yang telah diresmikan Presiden Joko Widodo, 21 Oktober 2021 tadi. Penataan Jalan Trans Kalimantan Handil Bakti, meliputi pelebaran jalan dan 5 jembatan, sehingga dapat diakses moda transportasi darat dalam beberapa jalur. Adapun pelebaran 5 jembatan kecil yang dilakukan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalsel melalui PPK 1.1 Provinsi Kalimantan Selatan pada paket Pelebaran Jembatan Anjir Pasar Batas Provinsi Kalteng Simpang Serapat hingga Batas Kota Banjarmasin, yakni Jembatan Sungai Dusun, Jembatan Handil Papuyu, Jembatan Handil Seluang, Jembatan Handil Bakti dan Jembatan Handil Piulan. Rinciannya sebagai berikut:

1. Jembatan Sungai Dusun, tepatnya berada di kilometer 0,70 dari sisi Kota Banjarmasin. Jembatan ini semula memiliki lebar awal 9,92 meter. Kemudian dilakukan pelebaran pada sisi kanan 8,05 meter dan kiri 6,05 meter sehingga totalnya menjadi 24,60 meter. Sedangkan total panjang penanganan jembatan Sungai Dusun yakni 14,80 meter.                                                           

2. Jembatan Handil Papuyu di kilometer 0,75 dari sisi Kota Banjarmasin ke arah Simpang Serapat. Jembatan ini  memiliki lebar awal 9,92 meter kemudian dilakukan pelebaran pada sisi kanan 8,05 meter dan kiri 6,05 meter sehingga totalnya menjadi 24,60 meter. Sedangkan total panjang penanganan jembatan Handil Papuyu yakni 14,80 meter. Walau sempat terkendala karena pembebasan jalan, namun menurut PPK 1.1 Provinsi Kalimantan Selatan Mirnasari Daulay, pada bulan Juni 2021 akhir sudah dibebaskan. Begitu juga dengan relokasi pipa PDAM juga telah selesai dilakukan pada pertengahan September 2021 tadi.

                                                              
                                                                      Progres pelebaran Jembatan Handil Papuyu, Kabupaten Barito Kuala.                                                                                                           

3. Jembatan Handil Seluang di kilometer 1,00 ke arah Simpang Serapat. Jembatan ini memiliki lebar awal 9,4 meter. Kemudian dilakukan pelebaran pada sisi kanan 7,87 meter dan kiri 6,73 meter. Sehingga totalnya menjadi 24,04 meter dan total panjang penanganan jembatan Handil Seluang yakni 6,90 meter.

                                                              
                                                                      Progres pelebaran Jembatan Handil Seluang, Kabupaten Barito Kuala.

4. Jembatan Handil Bakti di kilometer 0,30. Letaknya berada di titik ke empat setelah jembatan Sungai Dusun, Jembatan Handil Papuyu dan Jembatan Handil Seluang. Jembatan Handil Bakti memiliki lebar awal 10,2 meter. Kemudian dilakukan pelebaran pada sisi kanan 8,2 meter dan kiri 6,2 meter. Sehingga totalnya menjadi 24,6 meter. Sementara untuk total panjang penanganan Jembatan Handil Bakti yakni 10,2 meter.

                                                              
                                                                      Progres Pelebaran Jembatan Handil Bakti.

5. Jembatan Handil Piulan di kilometer 1,20. Jembatan ini awalnya memiliki lebar 9,5 meter. Kemudian dilakukan pelebaran pada sisi kanan 6,43 meter dan kiri 7,14 meter. Sehingga totalnya menjadi 23,11 meter. Sementara untuk total panjang penanganan jembatan Handil Piulan yakni 6,8 meter. Dalam pengerjaannya menggunakan struktur gelagar beton bertulang tipe T, kelima jembatan ini BPJN Kalsel menggandeng PT Pandji Pratama Indonesia selaku penyedia jasa.

                                                              
                                                                      Progres pelebaran Jembatan Handil Piulan, Kabupaten Barito Kuala.

Adapun total nilai kontrak pelebaran 5 jembatan ini sebesar Rp 21 miliar lebih, yang bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara atau SBSN. Diharapkan dengan pengerjaan kelima jembatan ini dapat menopang keberadaan Jalan Trans Kalimantan Handil Bakti yang dilebarkan jadi 4 lajur dengan dua arah, dari dan ke Banjarmasin atau Batola.