Beranda > Perlancar Arus Distribusi, Jembatan Kalitangi Diperbaiki

Berita Dibaca 145 kali
Perlancar Arus Distribusi, Jembatan Kalitangi Diperbaiki

Tingkat pertumbuhan penduduk yang semakin pesat kian tahun, tentunya mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, dan juga mempengaruhi pertumbuhan lalu lintas serta meningkatkan kebutuhan sarana dan prasarana yang baik. Kesiapan serta kemantapan jalan dan jembatan yang mumpuni tentunya dapat memperlancar arus pengiriman logistik, kemudahan masyarakat untuk mengakses pendidikan, kesehatan, pusat perdagangan.

Jembatan Kalitangi lama dan Kalitangi Baru namanya, Posisinya berada di perbatasan Kota Gresik dan Kota Surabaya dijalan Veteran (Gresik), jaraknya kurang lebih 830 meter dari exit tol Romokalisari, Jika anda mengendarai kendaraan roda empat atau lebih di jalan tol Surabaya – Gresik menuju kota Gresik, dan keluar melalui gerbang tol Romokalisari.

Panjang jembatan Kalitangi lama 105 meter sedangkan jembatan Kalitangi memiliki panjang 108 meter, masyarakat sekitar kerap menyebut kedua jembatan tersebut sebagai jembatan kembar mengingat posisi jembatan berdekatan. Kedua jembatan tersebut mempunyai peran penting sebagai penunjang distribusi logistik kedua kota tersebut, selain itu juga sebagai akses masyarakat ke pusat perekonomian, pendidikan, kesehatan.

Pemeliharaan jembatan Kalitangi lama dan Kalitangi baru terus dilakukan supaya umur rencana jembatan terpenuhi, dan mampu memberikan pelayanan secara maksimal kepada pengguna jalan. Pada tahun 2021 kedua jembatan tersebut dilakukan perbaikan, dengan masa pelaksanaan 276 hari kerja serta nominal anggaran mencapai Rp. 18.514.843.000.

PPK 4.3 Provinsi Jatim ( Surabaya – Gresik – Sadang ) Pungki Enggar Paweninggale, ST. mengatakan pelaksanaan preservasi jembatan Kalitangi lama, salah satunya akan dilakukan pembungkusan atau wrapping pada pilar pondasinya menggunakan FRP ( Fiber Reinforced Polymer ) serta grouting pada pier head. Perlu diketahui Grouting adalah suatu proses, dimana suatu cairan campuran antara semen dan air diinjeksikan dengan tekanan ke dalam rongga, pori, rekahan dan retakan batuan yang selanjutnya cairan tersebut dalam waktu tertentu akan menjadi padat secara fisika maupun kimiawi.

Pungky menjelaskan sebelum pelaksanaan grouting dahulu dilakukan chipping, “tujuan dilakukan chipping atau pengupasan supaya beton lama atau keropos terkelupas, baru kita injeksi semen bertekanan fungsinya dari grouting itu untuk menutup celah juga untuk menambah kekuatan pada pier headnya.” Ungkap Pungky.

Selanjutnya Pungky menjelaskan pondasi pada bagian jembatan telah berkarat dan kondisi betonnya banyak yang terkelupas, untuk penanganannya kerusakan tersebut akan dibungkus menggunakan  bahan FRP.

Selain untuk mengamankan beton dari karat dan keropos juga untuk memperkuat struktur beton pondasi. “ketebalan FRP 1.4 mm (milimeter) dan pemasangan lapisan FRP sebelum dibungkus ke pondasi beton akan dilapisi menggunakan semacam epoxy resin terlebih dahulu supaya lekat pada pondasi beton.” Tambah Pungky.

Penanganan jembatan Kalitangi Baru meliputi pengupasan lapiasan aspal, pengaspalan kembali dengan laston lapis aus modifikasi, pengantian pada joint jembatan jenis aspaltic plug. “ untuk jembatan Kalitangi baru akan dikupas asapalnya dan dihampar lagi menggunakan lapisan aspal dengan AC-WC setebal 5cm serta penggantian joint jembatan dan pemasangan marka jalan menggunakan termoplastik.” Tandasnya.

Dengan adanya kegiatan preservasi jalan dan jembatan di jembatan Kalitangi lama dan Kalitangi baru, Pungky berharap kedua jembatan tersebut dapat memberikan layanan secara maksimal sesuai umur rencana jembatan, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi penggunanya mengingat ruas jalan berfungsi sebagai penunjang distribusi logistik dan kabupaten Gresik merupakan salah satu daerah penyanggah kota Surabaya.