Beranda > Pembangunan Jembatan Ploso Dilanjutkan

Berita Dibaca 1350 kali
Pembangunan Jembatan Ploso Dilanjutkan

Dirancang dan berfungsi untuk menyeberangi jurang atau melewati sungai, rel kereta, maupun jalan raya, tak dapat dipungkiri jembatan mempunyai peran penting untuk lintasan transportasi. Konstruksi jembatan harus dibangun dengan kuat, memperhitungkan usia jembatan, serta perawatan secara berkala, agar jembatan mampu memberikan pelayanan yang maksimal sesuai dengan umur perencanaan jembatan.

Mempersingkat waktu tempuh, mengurangi biaya transportasi, mempercepat arus kebutuhan logistik, tentu menjadi keuntungan tersendiri bagi masyarakat sekitar, tak kala jembatan tersebut mampu memberikan kapasitas layanan secara maksimal, seiring dengan volume kendaraan yang mulai padat.

Sering kali jembatan harus “memikul” beban melebihi dari kapasitas peruntukkannya, lantaran volume kendaraan semakin meningkat setiap tahunnya, belum lagi jika kendaraan besar tersebut termasuk kategori  ODOL (Over Dimension Over Loading) yang artinya kendaraan berat yang memiliki dimensi dan muatan berlebih.

Seperti halnya di daerah Ploso, kabupaten Jombang, Jawa Timur. Ploso merupakan daerah penghubung antar beberapa daerah disekitarnya seperti kabupaten Jombang, Lamongan, Tuban dan Bojonegoro. Di daerah itu sering dilintasi kendaraan  berat karena merupakan akses tercepat menuju jalur pantura.

Kerap kali terjadi kemacetan karena volume kendaraan yang ada belum diimbangi oleh saran dan prasarana lalu lintas yang memadai, ditambah lagi para pengemudi harus melintasi sungai Brantas melalui jembatan rangka.

Untuk mengatasi hal tersebut BBPJN Jatim – Bali melalui PPK 4.6 Babat – Bojonegoro – Bts, Kota Ngawi kembali meneruskan pembangunan jembatan Ploso yang sebelumnya terhenti beberapa waktu karena permasalahan pembebasan lahan. Perlu diketahui Jembatan Ploso merupakan jembatan yang menjadi akses lalu lintas sebagai penghubung Jombang sisi utara dan selatan.

Untuk pembangunan jembatan Ploso telah dialokasikan dana sebesar Rp. 125.861.033.000,- dengan sumber dana dari APBN Tahun Anggaran 2020 – 2021, dengan jangka waktu pekerjaan 463 hari Kalender.

Siti Sekar Gondoarum, ST selaku PPK PPK 4.6 Babat – Bojonegoro – Bts, Kota Ngawi, menceritakan pembangunan jembatan Ploso tersebut untuk memperlancar akses lalu lintas didaerah tersebut, “ jembatan eksistingnya masih ada jembatan tipe rangka, cuma jembatan itu dua lajur dua arah dan mengingat jembatan tersebut sudah tua nah perlu jembatan alternatif lain untuk menyeberangi sungai Brantas.” ungkap Sekar.

Sesuai dengan perencanaan pembangunan jembatan Ploso untuk struktur bagian bawah akan diperkuat dengan tiang pemancang dan beton, sedangkan untuk struktur atas menggunakan pracetak gelagar type 1. Sedangkan lebar lajur 7 meter, dengan lebar trotoar 0.8 meter, “total panjang penanganannya 945 meter ditambah 325,9 meter untuk panjang approach (pendekat),” tandas Sekar.

“Jembatan itu nanti bentuknya mirip huruf Y diujung utara, nah yang arah ke Jombang – Babat panjangnya 664,5 Meter sedangkan yang arah Mojokerto 242,5 Meter.” tambah Sekar. (ahsan)

Contact Person
HP. 08113313123
Email : kompubbpjn.jatimbali@pu.go.id
(Kompu BBPJN Jawa Timur - Bali)