Beranda > Lingkar Nganjuk Dan Ruas Nganjuk – Kertosono Jadi Prioritas Preservasi

Berita Dibaca 177 kali
Lingkar Nganjuk Dan Ruas Nganjuk – Kertosono Jadi Prioritas Preservasi

Siang itu cuaca tampak berawan, beberapa rambu keselamatan kerja sudah terpasang dengan rapi di sejumlah titik sepanjang jalan Bengawan Solo, atau kerap disebut lingkar Nganjuk. Tampak beberapa pekerja menggunakan benang dan alat ukur untuk memeriksa kedalaman galian di badan jalan. Sesekali salah satu pekerja berdiskusi ringan dengan Grace Agustina Togatorop PPK 2.6 Prov. Jatim ( Ngawi – Caruban – Nganjuk – Kertosono ) terkait dengan pekerjaan preservasi yang dilakukan.

Sekedar informasi panjang ruas jalan nasional di PPK 2.6 memiliki total panjang 99.29 Km dengan total panjang jembatan 1344.3 meter. Grace menjelaskan untuk tahun anggaran 2021 yaitu paket preservasi jalan dan jembatan diruasnya, untuk penanganan jalan sepanjang 22,67 Km, terdiri dari rehab mayor dengan panjang 18,87 Km dan rehab minor 3,80 Km. Sedangkan untuk penanganan berkala jembatan ada 2 yaitu jembatan Rejoso dan jembatan Klinter.

“saat ini ruas penanganan prioritas salah satunya di ruas lingkar nganjuk, dan ruas Nganjuk – Kertosono di KM 111+500 – 113+000 dengan panjang 1,5 Km.” ungkap Grace. Lebih jauh Grace menjelaskan terkait dengan penanganan di ruas lingkar Nganjuk dilakukan penanganan berupa overlay AC – BC dan AC – WC, Concrete Treated Base (CTB), Penanganan drainase berupa U-Ditch, serta pemberian marka jalan.

Untuk jalan pada Ruas Nganjuk-Kertosono sepanjang 1,5 KM pada KM 111 +500 sampai dengan KM 113 + 000 juga menjadi prioritas penanganan dikarenakan kondisi yang hampir setengah badan jalan sudah mengalami sliding atau posisinya sudah bergeser sehingga mengakibatkan aspalnya retak dan sudah bergelombang. “Sebelum dilakukan perbaikan pada aspalnya maka kondisi dinding pasangan batu yang sudah bergeser tersebut harus diperbaiki terlebih dahulu.” Tandas Grace.

Ruas Ngawi-Caruban-Nganjuk-Kertosono adalah jalur yang strategis untuk logistic dan transportasi yang sekaligus merupakan jalur lintas tengah yang menghubungkan antara Propinsi Jawa Timur dan Propinsi Jawa Tengah. “Semoga pekerjaan tersebut dapat berjalan dengan lancar, tepat mutu, tepat biaya dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar wilayah Ngawi-Caruban-Nganjuk-Kertosono”, imbuh Grace.