Beranda > Kembali Dilanjut, Jalur Lintas Selatan Jaga Konektivitas

Berita Dibaca 5432 kali
Kembali Dilanjut, Jalur Lintas Selatan Jaga Konektivitas

Sejenak kita bayangkan jika salah satu prasarana transportasi yang paling penting dalam kehidupan kita saat ini yaitu jalan tidak tersedia dengan baik, tentunya akan menghambat perekonomian, jarak tempuh yang panjang, berkurangnya keamanan dan kenyamanan berkendara, serta segala sesuatu yang bersangkutan dengan jalan menjadi tidak efektif dan efisen.

Jika pembangunan sarana prasarana infrastruktur yang merata tentunya membawa dampak pada daerah yang terpencil yang dinilai kurang memiliki potensi ekonomi, baik secara sosial, budaya serta pariwisata. Prioritas menyambung negeri yang digaungkan pemerintah beberapa tahun kebelakang, menjadi “angin segar” bagi daerah terpencil untuk dapat mengembangkan diri bagi secara sosial budaya maupun ekonomi.

Sempat terhenti beberapa waktu, kini pembangunan Jalur lintas Selatan (JLS) kembali dilanjutkan sejak tahun 2019. Pembangunan  JLS tersebut terbagi 4 lot yaitu Lot 6 Prigi – Bts Tulungangung – Klatak – Brumbun sepanjang 18,8 Km, Lot 7 yang berada di Bts. Kab Tulungagung – Serang – Bts. Kab Malang sepanjang 12,85 KM, Lot 8 Jarit – Puger sepanjang 23,185 Km, dan lot 9 Sp. Balekambang – Kedungsalam dengan panjang18,062 Km.

LOT 8

Pembangunan JLS yang berada di lot 8 terletak diantara 2 kabupaten yaitu, kabupaten Lumajang dan kabupaten Jember dengan rencana panjang pembangunan sepanjang 23.185 Km, dengan 1 jembatan Paseban 2 sepanjang 82 meter yang berada di desa paseban. Total anggaran yang dikucurkan untuk pembangunan Lot 8 sebesar Rp. 192.836.914.222 dengan sumber anggaran Loan IsDB, dengan masa pelaksanaan 900 hari kalender.

PPK Sendangbiru – Jarit – Puger – Glenmore Sentot Wijayanto, ST., MT. yang menangani pembangunan JLS di Lot 8 mengatakan progres pekerjaan minggu ke 89 yang sudah direalisasikan mencapai 63 % dari rencana sebelumnya 56 %. “kami dengan kontraktor Abipraya yang menangani pembangunan di Lot 8, optimis pekerjaan dapat lebih cepat dari target dan sesuai dengan spesifikasi yang disyaratkan.” Ungkap Sentot.

Ketika disinggung mengenai kendala yang terjadi selama pembangunan di Lot 8, Sentot menceritakan pada tanggal 21 Februari 2020 curah hujan cukup lebat selama 10 jam mengakibatkan jebolnya tangkis sehingga arah arus sungai berubah dan mengakibatkan jembatan paseban 1 hanyut sehingga memutus akses pengiriman material dan mobilitas tenaga kerja. “badan jalan jembatan paseban 1 di KM 35 runtuh terkena banjir, untuk mobilitas pekerja jadi terhambat karena harus memutar sejauh 10 km, untuk kendaraan pengangkut lebih dari 5 ton juga harus memutar 30 Km.” imbuh Sentot.

Untuk mengatasi kendala tersebut pihaknya bergerak cepat untuk memasang jembatan Bailey dilokasi runtuhnya jembatan Paseban 1 guna memperlancar mobilitas pekerja dan material. “untuk batasan tonase dijembatan Bailey kita batasi muatan 6 ton, dan kalau malam hari tidak boleh dilalui supaya lebih aman juga untuk masyarakat dan pekerja.” tambah Sentot.

Setelah runtuhnya jembatan Paseban 1, nantinya akan dibangun dengan mengganti jembatan baru dengan total panjang 91 meter. “nanti kita akan bangun lagi jembatan Paseban 1 dan sudah saya ajukan usulan perubahan kontrak, semoga semua bisa berjalan lancar tanpa kendala yang berarti.” Kata Sentot.

Peran masyarakat juga dilibatkan dalam pembangunan jalur lintas selatan di Lot 8 melalui padat karya non rutin, Sentot mengakui dengan melibatkan masyarakat sekitar pihaknya juga sedikit terbantu dan untuk jenis pekerjaannya tidak membutuhkan keahlian khusus.

LOT 9

Nah setelah kita mengetahui progress pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) di Lot 8, yuk kita ikuti perkembangan pembangunan JLS di Lot 9 yang berada di kabupaten Malang. Pembangunan JLS di Lot 9 lebih tepatnya berada di Simpang Balekambang STA 0+000 hingga STA 18+062 Kedungsalam.

PPK 1.3 Provinsi Jawa Timur, Fahrudin, ST., yang menangani pembangunan JLS di lot 9 menjelaskan, untuk pembangunan dilakukan sejak tahun 2019 dengan sumber anggaran Loan IsDB Tahun Anggaran 2019, 2020, 2021, dan 2022.

Nantinya jika sudah rampung pembangunannya Lot 9 akan mempunyai total pajang 18,062 km dengan total lebar 24 meter. “untuk pembangunan paket lot 9 memang sudah terkontrak tahun 2019, sedangkan untuk anggaran tahun 2021 dengan nilai anggaran Rp. 25.000.000.000 dan masa pelaksanaannya 900 hari kalender, sedangkan untuk progress fisik sudah 52,528%” ungkap Fahrudin.

Terkait dengan pembersihan lahan Fahrudin mengatakan akses sepanjang 18 Km sudah terbuka. Selain pembangunan jalan baru sepanjang 18,062 km nantinya akan terbangun 5 jembatan baru, yaitu Jembatan Trubus dengan panjang 16 meter, Jembatan Pang sepanjang 60 meter, Jembatan Beji sepanjang 25 meter, Jembatan Kondang Iwak sepanjang 65 meter dan Jembatan Umbul Kaji panjang 120 meter.“ untuk pembangunan jembatannya yang masuk Lot 9, nanti akan mempunyai lebar jembatan 9 meter, sedangkan untuk tipe jembatannya menggunakan gelagar beton.” Tambah Fahrudin.

Terkait dengan kendala selama pembangunan jalan di lot 9, Fahrudin mengatakan kendala saat ini terkait dengan cuaca ekstrim,“ selain cuaca untuk masalah utilitas berupa tiang listrik PLN juga sudah dipindahkan oleh pemilik utilitas.” Terangnya.

Pembangunan Jalur lintas Selatan baik yang berada di Lot 6, 7, 8, 9 diprovinsi Jawa Timur mempunyai peran penting yang kelak dimasa depan akan dirasakan oleh masyarakat wilayah selatan, untuk dapat membuka diri serta mengejar ketertinggalan dengan wilayah utara. Tak hanya memberikan “kesempatan” yang sama untuk masyarakat wilayah selatan, kelak dengan terhubungnya JLS diprovinsi Jawa Timur diharapkan Meningkatkan aksesibilitas pada koridor dan kawasan-kawasan produktif, sehingga mampu meningkatkan produktivitasnya, karena biaya produksi yang dapat ditekan sehingga hasil produksi dapat bersaing dengan wilayah lainnya. (wira)

Contact Person
HP. 08113313123
Email : kompubbpjn.jatimbali@pu.go.id
(Kompu BBPJN Jawa Timur - Bali)